TangerangNews.com

Cerita Pemudik Tujuan Sumatra Rela Terjang Macet Parah di Jalan Raya Serang Tangerang

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:26 | Dibaca : 96


Penumpukan kendaraan pemudik di Jalan Raya Serang, Kabupaten Tangerang menuju Pelabuhan Merak, Banten. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Suasana arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai terlihat di Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu 18 Maret 2026 malam hari. 

‎Bisingnya suara kendaraan meramaikan suasana lalu lintas di jalan arteri, didominasi oleh para pemudik motor dan mobil yang akan menuju Pelabuhan Merak dan Ciwandan, Banten

‎Di bilangan Cikupa, tepatnya di akses Kawasan Citra Raya Tangerang, terlihat suasana penumpukan pemudik yang tengah beristirahat.

‎Salah satu pemudik asal Lampung, Nina mengaku rela berangkat selepas kerja agar bisa menemui orang tua serta sanak saudaranya di kampung halamannya. 

‎Nina tampak berbincang bersama suami, adik dan juga keponakannya saat beristirahat di Halte Transjakarta Citra Raya pada Rabu 18 Maret 2026, malam. 

‎Nina bersama tiga orang keluarganya rela mengalami kemacetan di Kota Metropolitan agar bisa melepas rindu bersama keluarganya di Tanggamus, Lampung. 

‎"Mudik kali ini beda dengan tahun kemarin, yang sekarang macetnya lebih parah," kata Nina yang juga warga Jakarta Timur.

‎Nina mengaku lebih memilih mudik pada saat malam hari untuk menghindari panas teriknya matahari. Selain itu, mudik di malam hari juga bisa membuatnya menjadi lebih santai saat perjalanan.

‎"Kalau mudik biasa pakai motor sih, ini berangkat sama rombongan, suami, keponakan sama adik," ucapnya.

‎Di samping itu, pemudik motor dengan rute menuju Lampung lainnya, Ali yang mengaku rela melakukan perjalanan selama 12 Jam untuk kembali ke kampung halaman tercintanya. 

‎Ali turut membawa sekotak kardus berisi baju baru serta makanan, untuk dibagikan sebagai cinderamata kepada keluarga dan sanak saudara. 

‎Ia juga menyematkan tulisan di belakang kardus tersebut yang berisi sejauh apapun dia merantau, Lampung akan tetap menjadi tempatnya untuk pulang.

‎"Saya sama rombongan dari Jakarta Barat, tiap tahun emang rutin mudik pakai motor," tuturnya.