TangerangNews.com

Lebaran Lebih Awal, 800 Jemaah Ahlussunnah Tangerang Gelar Salat Idulfitri Hari Ini

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 20 Maret 2026 | 22:23 | Dibaca : 37


Sebanyak 800 jemaah Ahlussunnah melaksanakan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Jami Asy-Syakur, Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 20 Maret 2026 pagi. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


TANGERANGNEWS.com-Suasana penuh kemenangan menyelimuti Masjid Jami Asy-Syakur, Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Sebanyak 800 warga setempat telah melaksanakan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026 pagi, meski pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan hari raya jatuh pada esok hari.

Pantauan di lokasi sejak pukul 06.00 WIB, menunjukkan antusiasme warga yang memadati masjid bernuansa krem dan cokelat tersebut.

Area parkir HM. Syukur dekat Masjid Jami Asy-Syakur pun tampak penuh sesak oleh kendaraan roda dua milik jemaah yang datang dari berbagai penjuru desa.

 

Berpegang pada Metode Hisab Guru Besar

Salat Ied yang dimulai tepat pukul 06.46 WIB ini dipimpin oleh KH. Didin dengan KH. Tubagus Adang Harun bertindak sebagai khatib.

Diketahui, jemaah Masjid Jami Asy-Syakur merupakan bagian dari jemaah Ahlussunnah Wal Jamaah yang berkiblat pada Pesantren Al-Istiqlaliyah, Cilongok, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. 

KH. Tubagus Adang Harun menjelaskan bahwa perbedaan waktu lebaran ini didasari oleh metode perhitungan hisab yang diikuti oleh guru besar mereka di Cilongok.

Meski tanggalnya berbarengan dengan warga Muhammadiyah, ia menegaskan bahwa jemaah Istiqlaliyah tetap merupakan bagian dari Ahlussunnah Wal Jamaah.

"Kami mengikuti guru besar yang di Cilongok, ini juga berdasarkan perhitungan hisab sebetulnya," jelasnya.

 

Pesan Kesederhanaan di Hari Kemenangan

Dalam khutbahnya, KH. Tubagus Adang membawa pesan yang menyejukkan sekaligus reflektif. Ia mengajak jemaah untuk memaknai hari kemenangan dengan gaya hidup yang bersahaja dan tidak boros.

"Kami mengajak jemaah untuk hidup hemat dan sederhana. Insya Allah dengan hemat, hidup akan tenang," tuturnya di hadapan ratusan jemaah yang menyimak dengan khidmat.

Terkait adanya perbedaan penetapan 1 Syawal dengan pemerintah, KH. Tubagus berharap hal tersebut tidak menjadi pemicu keretakan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya toleransi antarumat Islam.

"Mudah-mudahan dengan adanya perbedaan ini menjadi rahmat. Jangan ada perpecahan, apalagi sampai ada pertengkaran," pungkasnya menutup rangkaian ibadah yang diakhiri dengan sesi ramah tamah dan saling bermaaf-maafan antarjemaah.