TangerangNews.com

Terganjal Administrasi, Stok BBM Shell Masih KosongĀ 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 23 Maret 2026 | 14:44 | Dibaca : 115


SPBU Shell di Alam Sutera. (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Shell masih belum tersedia. Kondisi ini membuat banyak pengguna bertanya-tanya karena sejak awal 2026, beberapa jenis BBM seperti Shell Super hingga V-Power belum kembali terisi di sejumlah jaringan SPBU berlogo kerang kuning tersebut.

Kelangkaan ini pun ramai dibahas di media sosial, terutama oleh pelanggan setia Shell Indonesia yang menanyakan kapan pasokan BBM akan kembali normal. Namun hingga saat ini, Shell belum memberikan tanggal pasti ketersediaan produknya.

Melalui akun Instagram resminya, Shell Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait proses permohonan rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026.

“Terima kasih sudah jadi pelanggan setia Shell ya kak dan maaf atas ketidaknyamanannya. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” tulis akun shell_indonesia saat menjawab pertanyaan warganet.

Dari pernyataan itu, diketahui belum tersedianya BBM di SPBU Shell berkaitan dengan proses administrasi dan perizinan impor yang masih berjalan. 

Meski demikian, Shell belum membeberkan kapan tepatnya stok Shell Super, V-Power, maupun varian lainnya akan kembali tersedia di pasaran.

Sebelumnya, pada Januari 2026, President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian juga sudah menyampaikan hal serupa. 

Ia menyebut Shell masih berupaya memastikan seluruh varian BBM berkualitas mereka bisa kembali tersedia melalui koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar berbagai varian produk BBM tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai standar bahan bakar berkualitas Shell,” ujar Ingrid dikutip dari detikcom, Senin, 23 Maret 2026.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut angkat bicara soal kosongnya stok BBM di SPBU swasta, termasuk Shell. 

Ia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan perlakuan khusus hanya kepada satu kelompok tertentu dalam urusan distribusi energi.

Bahlil juga mendorong badan usaha yang mengalami kendala pasokan untuk membuka opsi kerja sama business to business (B2B) dengan pelaku usaha lain agar operasional tetap berjalan. 

“Bagi kelompok-kelompok yang pengin untuk tetap survive dan punya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain,” kata Bahlil.