TangerangNews.com

Meski Sudah Dirumuskan, Pemerintah Masih Belum Buka Rekrutmen ASN 2026 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31 | Dibaca : 56


Ilustrasi tes CPNS. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Pemerintah memastikan rencana rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026 sebenarnya sudah mulai dirumuskan. Namun, keputusan terkait pembukaan formasi CPNS maupun PPPK 2026 masih belum diumumkan karena pemerintah masih menahan penetapan final.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, secara umum hampir seluruh kementerian sudah menyampaikan kebutuhan pegawai masing-masing. 

Meski demikian, pemerintah masih perlu menyusun prioritas sektor yang harus dipenuhi lebih dulu sebelum jumlah formasi diumumkan ke publik.

“Sudah kita finalkan, kita rumuskan. Secara umum hampir semua menteri sudah menyampaikan kebutuhannya,” kata Prasetyo dikutip dari Kompas, Selasa, 24 Maret 2026.

Menurut Prasetyo, pemerintah belum bisa merinci jumlah formasi yang akan dibuka karena saat ini pembahasan masih difokuskan pada pemetaan kebutuhan paling mendesak. 

Hal itu dilakukan agar rekrutmen ASN 2026 benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga tidak hanya menambah jumlah pegawai.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan penerimaan ASN kali ini mampu menjawab kekurangan tenaga di sektor-sektor yang memang membutuhkan penguatan sumber daya manusia.

“Kami belum bisa menyampaikan angka secara detail karena masih melihat prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi,” ujarnya.

Selain mempertimbangkan kebutuhan kementerian dan lembaga, pemerintah juga tengah menghitung kemampuan fiskal negara sebelum memutuskan besaran rekrutmen. Sebab, kebijakan penambahan ASN harus tetap sejalan dengan kondisi keuangan negara dan tidak membebani anggaran secara berlebihan.

Dengan kata lain, penetapan formasi ASN 2026 tidak hanya bergantung pada usulan kebutuhan pegawai dari instansi, tetapi juga harus disesuaikan dengan ruang fiskal yang tersedia.

Prasetyo menambahkan, proses pemetaan kebutuhan pegawai masih terus berlangsung.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah meminta seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan ASN masing-masing.

Selanjutnya, pemerintah pusat akan mengevaluasi jumlah dan sebaran ASN yang sudah ada saat ini. 

Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah dapat mengetahui instansi mana yang mengalami kekurangan pegawai dan sektor mana yang harus lebih dulu diprioritaskan dalam rekrutmen 2026.

“Ini sedang dicari titik temunya, terutama kalau berbicara soal jumlah,” pungkas Prasetyo.

Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai total formasi, jadwal pendaftaran, maupun instansi yang dipastikan membuka rekrutmen ASN 2026. 

Karena itu, masyarakat diminta menunggu keputusan resmi pemerintah sambil terus memantau informasi dari Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar tidak terjebak kabar simpang siur.