TangerangNews.com

Vidi Aldiano Kena Kanker Ginjal Stadium 3, Dokter Ungkap Gejala Diam-diam Ini Jangan Diremehkan

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:39 | Dibaca : 41


Penyanyi Vidi Aldiano (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Kabar perjuangan penyanyi Indonesia Vidi Aldiano melawan kanker ginjal sejak 2019 sempat mengejutkan banyak orang. Saat itu, Vidi didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3, yakni kondisi yang menunjukkan penyakit sudah berkembang cukup jauh sebelum akhirnya terdeteksi.

Dalam dunia kesehatan, kanker ginjal kerap berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak kasus baru diketahui ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. 

Padahal, jika terdeteksi lebih dini, peluang keberhasilan pengobatan kanker ginjal bisa jauh lebih besar.

Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel di organ ginjal tumbuh tidak normal dan tidak terkendali hingga membentuk tumor. 

Ginjal sendiri memiliki fungsi penting dalam tubuh, mulai dari menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan, hingga membantu mengatur tekanan darah.

Dokter spesialis urologi dr. Harun Wijanarko Kusuma, Sp.U, menjelaskan, kanker ginjal sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Kondisi inilah yang membuat banyak pasien baru datang ketika penyakit sudah berkembang.

“Pada banyak kasus, kanker ginjal ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan kesehatan seperti USG atau CT Scan untuk keluhan lain. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk membantu mendeteksi kelainan pada ginjal sejak dini,” jelas dr. Harun, Rabu, 25 Maret 2026.

Selain sulit terdeteksi di awal, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. 

Di antaranya kebiasaan merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga dengan kanker ginjal, hingga faktor pertambahan usia.

Meski tidak menimbulkan gejala pada fase awal, ada beberapa tanda yang tetap perlu diwaspadai. Salah satu yang paling umum adalah kencing berdarah atau hematuria, yakni urine yang tampak kemerahan atau kecoklatan.

Gejala lain yang juga patut diperhatikan yakni nyeri pinggang yang menetap di salah satu sisi, munculnya benjolan di area perut atau pinggang, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, tubuh yang mudah lelah, hingga demam berkepanjangan tanpa penyebab yang pasti.

Lanjut dr. Harun, masyarakat diimbau tidak mengabaikan keluhan-keluhan tersebut, terutama jika berlangsung terus-menerus dan tidak kunjung membaik.

“Jika seseorang mengalami kencing berdarah atau nyeri pinggang yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, apakah terkait infeksi, batu ginjal, atau kemungkinan penyakit lain termasuk kanker,” ujarnya.

Deteksi dini merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan kanker ginjal. Dengan pemeriksaan yang tepat, kelainan pada ginjal bisa ditemukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Salah satu metode pemeriksaan yang umum dilakukan adalah USG abdomen. Pemeriksaan ini tergolong sederhana dan non-invasif, namun cukup membantu untuk melihat kondisi organ dalam perut, termasuk mendeteksi adanya massa, kista, atau kelainan pada ginjal.

Jika ditemukan kecurigaan, dokter biasanya akan melanjutkan dengan CT Scan abdomen. Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran yang lebih detail terkait ukuran tumor, lokasi, hingga kemungkinan penyebaran penyakit.

Selain itu, medical check-up berkala juga sangat dianjurkan. Pemeriksaan rutin dinilai penting karena dapat membantu mendeteksi berbagai penyakit, termasuk kanker ginjal, bahkan sebelum gejala muncul.

Untuk penanganannya, saat ini terdapat beberapa pilihan terapi yang disesuaikan dengan stadium penyakit, ukuran tumor, dan kondisi kesehatan pasien. 

Operasi masih menjadi terapi utama, terutama jika tumor masih terbatas pada ginjal. Tindakan ini bisa berupa pengangkatan sebagian ginjal atau seluruh ginjal yang terkena tumor.

Selain operasi, terdapat juga targeted therapy yang bekerja dengan menargetkan molekul tertentu yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker, sehingga dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit. 

Ada pula imunoterapi yang bertujuan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan melawan sel kanker.

Pada kondisi tertentu, kanker ginjal juga dapat ditangani dengan metode ablasi tumor. Teknik ini dilakukan dengan menghancurkan jaringan tumor menggunakan energi panas atau dingin tanpa operasi besar.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya mengatakan, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting agar penyakit bisa diketahui lebih awal.

“Melalui pemeriksaan seperti USG, CT Scan, serta medical check-up secara berkala, berbagai penyakit termasuk kanker ginjal dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih optimal,” pungkas dr. Tirta Mulya.