TangerangNews.com

Puncak Arus Balik 29 Maret, Jasa Marga Prediksi 250 Ribu Kendaraan Melintas

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:29 | Dibaca : 67


Arus kendaran mudik di tol yang dikelola PT Jasa Marga. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah kendaraan yang melintas diperkirakan mencapai sekitar 250 ribu unit.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, proyeksi itu dibuat berdasarkan tren pergerakan kendaraan yang terus dipantau selama periode arus balik. 

Menurutnya, hingga saat ini sebaran kendaraan terpantau lebih merata dibanding perkiraan awal.

“Prediksi sementara sesuai dengan tren saat ini ya sekitar 250.000-an lah di tanggal 29 yang akan datang,” kata Rivan dikutip dari CNN Indonesia, Kamis, 26 Maret 2026.

Sebelumnya, sempat muncul perkiraan puncak arus balik bisa mencapai 285 ribu kendaraan. Namun, angka tersebut kini dikoreksi setelah arus kendaraan dinilai mulai terdistribusi lebih baik.

Jasa Marga mencatat, puncak harian arus balik sementara terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 256.338 unit. 

Kondisi itu membuat lonjakan pada akhir pekan diperkirakan tidak akan terlalu terkonsentrasi seperti prediksi semula.

Untuk menekan penumpukan kendaraan pada hari puncak, pemerintah sejak awal mendorong pemudik agar memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026. 

Kebijakan itu sengaja ditempatkan sebelum puncak arus balik agar pergerakan kendaraan bisa tersebar.

“Kenapa dari awal juga diskon tarif tol ditempatkan di tanggal 26 dan 27? Karena itu adalah untuk mengurai atau mendistribusikan,” ujarnya.

Rivan menjelaskan, kepadatan arus balik biasanya terjadi pada rentang siang hingga malam hari. 

Karena itu, pengguna jalan diminta tidak hanya fokus pada tanggal keberangkatan, tetapi juga cermat memilih jam perjalanan agar tidak terjebak kepadatan.

“Pilih waktu yang tepat, pilih kondisi yang tepat, dan kemudian dengarkan informasi yang disampaikan,” tuturnya.

Dalam mengatur lalu lintas selama arus balik, Jasa Marga memanfaatkan sistem pemantauan berbasis teknologi seperti traffic counting dan indikator volume to capacity ratio atau V/C ratio.

Data tersebut menjadi acuan dalam penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional.

Dari data itu, pengelola jalan tol dapat menentukan kapan perlu memberlakukan skema one way maupun contraflow secara fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Selain rekayasa lalu lintas, Jasa Marga juga terus memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat. 

Tujuannya agar pengguna jalan bisa menyiapkan perjalanan dengan lebih matang, baik dari sisi kondisi kendaraan, kesiapan pengemudi, hingga strategi waktu keberangkatan.

“Yang penting selain kesiapan kendaraan dan pengemudi, kesiapan terhadap memilih waktu berangkat atau melakukan perjalanan itu juga penting,” ucap Rivan.

Sebagai bagian dari evaluasi arus balik Lebaran, Jasa Marga juga melakukan pengecekan terhadap fasilitas pendukung seperti rest area.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan di jalan tol tetap berjalan optimal saat volume kendaraan masih tinggi.