TangerangNews.com

Pegawai Kopdes Merah Putih Solear Diduga 3 Kali Perkosa Bawahannya

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 27 Maret 2026 | 16:34 | Dibaca : 112


Kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi lokasi pemerkosaan karyawan. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Beredar sebuah unggahan di sosial media X yang menceritakan aksi pemerkosaan yang terjadi di Kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

‎Thread yang diunggah akun @who377771649557 itu disertai foto surat laporan ke Polresta Tangerang bertanggal 10 Februari 2026.

‎Berdasarkan laporan polisi tersebut, peristiwa itu pertama kali terjadi pada Oktober 2025. Aksi keji itu diduga dilakukan oleh seorang pegawai KDMP Pasanggarahan berinisial AW terhadap wanita berinisial I yang merupakan rekan kerjanya.

‎Aksi tersebut terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua bulan, yakni dua kali pada Oktober 2025 dan pemerkosaan terakhir terjadi pada November 2025. 

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di gerai KDMP Pasanggrahan pada Jumat 27 Maret 2026, tidak terlihat adanya aktivitas di dalam unit usaha koperasi desa tersebut. 

‎Hal yang sama juga terjadi di gudang penyimpanan barang Koperasi Desa Merah Putih tersebut. 

‎Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Septa Badoyo membenarkan adanya laporan terkait kekerasan seksual yang terjadi di KDMP Pasanggrahan.

Ia menjelaskan, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

‎"Beberapa saksi sudah dilakukan pemeriksaan, namun memang membutuhkan waktu karena peristiwanya terjadi di tahun 2025," ujar Septa Badoyo. 

‎Septa mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden kekerasan seksual itu terjadi sebanyak tiga kali dengan dua lokasi yang berbeda. 

‎"Tiga kejadian itu terjadi di lokasi kerja dan apartement," ungkapnya.

‎Septa menyebut, AW dan korban adalah rekan sejawat yang bekerja bersama di Koperasi Desa Merah Putih KDMP Pasanggrahan. 

‎"Berdasarkan hasil pemeriksaan, AW ini merupakan atasannya di tempat kerja," sebutnya.

‎Selain itu, Septa menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pengumpulan alat bukti terkait kasus kekerasan seksual yang melibatkan pegawai KDMP tersebut. "Kita masih proses mengumpulkan alat buktinya, mohon waktu ya," tutupnya.