TangerangNews.com

Viral! Detik-detik Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol Akibat Hujan Deras

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 6 April 2026 | 16:24 | Dibaca : 120


Potongan video plafon Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol akibat hujan deras. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Sebuah video amatir yang memperlihatkan detik-detik plafon atap di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) jebol menjadi viral di media sosial, Senin 6 April 2026.

Insiden ini diduga terjadi akibat debit air hujan yang sangat tinggi saat cuaca eksrem sehingga melampaui kapasitas tampung drainase atap.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat air mulai merembes dan menggelembung di balik lapisan plafon yang berbentuk geometris khas Terminal 3.

Hanya dalam hitungan detik, beban air yang berat membuat material plafon tidak kuat menahan beban hingga akhirnya jebol.

Seketika, tumpahan air dalam jumlah besar mengguyur lantai terminal layaknya air terjun, tepat di samping gerai ponsel Samsung.

Beberapa penumpang yang berada di sekitar lokasi tampak terkejut dan bergegas menjauh untuk menghindari guyuran air dan material plafon yang jatuh.

Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjelaskan cuaca ekstrem ini berdampak adanya gangguan di satu titik atap area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama 

“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar.

Di sisi lain, seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan berada dalam kondisi baik dan tetap dapat beroperasi secara normal tanpa adanya genangan yang mengganggu pergerakan pesawat.

"Personel bandara selama 24 jam melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas termasuk infrastruktur bangunan, sehingga ketika melihat adanya kemungkinan gangguan maka area sekitar akan disterilisasi dari penumpang pesawat dan pekerja di bandara untuk meminimalisir dampak yang ada," jelas Yudistiawan.