TangerangNews.com

Kinerja Lingkungan Perseroan Terdongkrak, Dirut PLN Raih Green Leadership PROPER 2025

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 8 April 2026 | 12:58 | Dibaca : 54


Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq (tengah) kepada Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 di Jakarta, Selasa 7 April 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo kembali menerima penghargaan Green Leadership PROPER dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia (RI).

Penghargaan ini menjadi kali ketiga yang diraih Darmawan, sekaligus menandai pengakuan atas kepemimpinannya dalam mendorong agenda keberlanjutan di tubuh PLN.

Seiring penghargaan tersebut, capaian lingkungan PLN sepanjang 2025 juga mencatat hasil positif. Dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan, PLN membukukan 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau. 

Hasil itu menunjukkan sejumlah unit usaha perseroan dinilai mampu menjalankan pengelolaan lingkungan di atas standar kepatuhan yang ditetapkan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta, Senin 7 April 2025.

Dalam kesempatan itu, Hanif menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan perusahaan yang dinilai berkontribusi dalam penerapan praktik bisnis berkelanjutan.

"Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif di Jakarta, Selasa 7 April 2026.

Hanif menyebut PROPER menjadi salah satu instrumen yang mendorong pelaku usaha untuk tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban dasar, tetapi bergerak menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi hijau.

“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” jelasnya.

Darmawan Prasodjo dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada PLN. 

Ia menegaskan, dalam lima tahun terakhir perseroan terus mempercepat berbagai langkah transisi energi bersih, mulai dari pengembangan energi baru terbarukan, pengurangan emisi, hingga pengelolaan limbah yang memiliki nilai ekonomi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ucap Darmawan.

Menurut Darmawan, arah kebijakan PLN ke depan akan tetap berfokus pada penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), percepatan target Net Zero Emissions 2060, efisiensi operasional, serta perluasan program pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari agenda tersebut, PLN mencatat peningkatan reduksi emisi gas rumah kaca dalam periode 2021 hingga 2025. 

Jika pada 2021 angka reduksi emisi tercatat 12,9 juta ton CO2, maka pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 51,1 juta ton CO2.

Pada saat yang sama, kapasitas energi baru terbarukan yang dikembangkan PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt pada 2025. Selain itu, perseroan juga memperluas pembangkit berbasis gas, dengan produksi yang disebut mencapai 33,7 terawatt hour sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, pengembangan hidrogen juga menjadi salah satu bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan. 

Sejak 2023, PLN mengoperasikan Green Hydrogen Plant pertama di Indonesia yang berada di PLTGU Muara Karang, Jakarta. 

Setahun setelahnya, PLN juga menghadirkan fasilitas serupa berbasis panas bumi di PLTP Kamojang, Jawa Barat, yang disebut sebagai yang pertama di Asia Tenggara.

Saat ini, kelebihan produksi hidrogen dari pembangkit listrik PLN yang sebelumnya belum dimanfaatkan telah dikembangkan menjadi Green Hydrogen Plant di 22 lokasi di Indonesia. Total kapasitasnya disebut mencapai 203 ton per tahun.

Pemanfaatan green hydrogen itu ke depan diproyeksikan dapat diperluas untuk co-firing di PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, hingga kebutuhan sektor industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.