TangerangNews.com

H&M Tutup 163 Toko di 2026, Beralih Fokus ke E-Commerce

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 8 April 2026 | 21:18 | Dibaca : 42


Toko H&M di Supermal Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Raksasa ritel fesyen H&M telah menutup 163 gerai di berbagai negara sebagai bagian dari strategi penyesuaian bisnis yang kini lebih berfokus pada penguatan penjualan digital dan investasi di lokasi toko yang dinilai paling menguntungkan.

Langkah ini dilakukan di tengah penurunan tipis laba perusahaan pada kuartal pertama 2026, seiring dampak dari pengurangan jumlah toko fisik yang masih berlangsung.

Dalam laporan kinerjanya, H&M menyebut proses optimalisasi jaringan toko sempat memberi tekanan terhadap penjualan di awal tahun.

"Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak yang agak negatif terhadap penjualan pada kuartal pertama 2026 karena adanya penutupan toko dan pembangunan ulang," tulis H&M dalam laporan keuangannya dikutip dari The Sun, Rabu, 8 April 2026.

Perusahaan menjelaskan, strategi optimalisasi toko ini diarahkan untuk meningkatkan margin per meter persegi sekaligus menekan biaya operasional, termasuk beban tenaga kerja dan stok barang berlebih.

Selain itu, salah satu faktor utama di balik restrukturisasi H&M adalah perubahan pola belanja konsumen yang semakin condong ke platform digital.

Saat ini, penjualan online dilaporkan telah menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan H&M.

"Konsumen ingin mendapatkan inspirasi dan produk yang tersedia sehingga mereka bisa berbelanja di mana, kapan, dan bagaimana mereka memilih, baik di toko, di situs resmi merek, di marketplace digital, maupun di media sosial," kata H&M.

Di tengah transformasi tersebut, sekitar 160 lokasi lainnya juga dikabarkan masih masuk dalam daftar evaluasi atau berpotensi terdampak langkah penyesuaian berikutnya.

Pengamat menilai pengurangan gerai secara agresif ini sejalan dengan tren yang kini melanda industri ritel global, ketika konsumen semakin sensitif terhadap harga, lebih sering berbelanja online, dan tidak lagi terlalu loyal terhadap toko fisik tradisional.

"Konsumen sekarang lebih berorientasi pada nilai, lebih banyak berbelanja secara online, dan semakin tidak loyal terhadap toko fisik tradisional," ujar Dominick Miserandino, CEO Retail Tech Media Nexus.

Hal itu disinyalir menyebabkan banyak perusahaan mulai goyah akibat kondisi ekonomi saat ini.