TangerangNews.com

Menperin Pastikan Stok Plastik Masih Aman Meski Harganya Naik

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 9 April 2026 | 12:28 | Dibaca : 39


Salah satu toko plastik di kawasan Taman Cibodas, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita angkat bicara soal kenaikan harga dan ketersediaan bahan baku plastik nasional di tengah gejolak geopolitik global. 

Menurutnya, lonjakan harga plastik yang terjadi belakangan ini berkaitan dengan konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan bahan baku industri petrokimia.

Agus menjelaskan, eskalasi konflik di kawasan tersebut berdampak pada rantai pasok sektor industri yang bergantung pada nafta, yang selama ini menjadi salah satu bahan baku utama dalam industri plastik.

"Mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia yang berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur distribusi dan produksi di global memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu," katanya dikutip dari detikfinance, Kamis, 9 April 2026.

Meski harga mengalami kenaikan, Agus meminta masyarakat maupun pelaku industri hilir untuk tidak panik. 

Ia memastikan pasokan produk plastik di pasar masih tersedia dan pemerintah terus berupaya mencegah terjadinya kekosongan stok.

"Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan berbagai kanal pasokan alternatif," jelas Agus.

Pernyataan itu juga sekaligus merespons kabar yang menyebut stok plastik nasional hanya cukup hingga Mei 2026. 

Menurut Agus, berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), subsektor industri kemasan pada Maret 2026 justru masih berada dalam fase ekspansi yang sangat tinggi.

Kondisi itu, kata dia, menunjukkan bahwa ketersediaan produk plastik secara umum masih terjaga karena performa industri di subsektor tersebut masih cukup kuat.

Di sisi lain, Agus tidak menampik bahwa kenaikan biaya bahan baku global memang telah berdampak pada harga di tingkat produksi.

Namun demikian, pemerintah disebut terus menjalankan langkah pengamanan pasokan secara bersamaan agar industri dalam negeri tetap bisa beroperasi normal.

Ia menambahkan, Kementerian Perindustrian saat ini terus memperkuat koordinasi dengan pelaku manufaktur untuk meminimalkan dampak gangguan rantai pasok global.

Langkah itu ditempuh agar industri nasional tetap mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Selain itu, Kemenperin bersama industri petrokimia hulu juga tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlangsungan produksi. 

Salah satunya adalah mencari sumber pasokan nafta dari negara lain di luar kawasan Timur Tengah guna mengurangi ketergantungan pada wilayah konflik.

Pemerintah juga mendorong optimalisasi penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga atau buffer dalam proses produksi untuk menutup potensi kekurangan pasokan nafta.

Tak hanya itu, pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi juga terus didorong sebagai alternatif substitusi agar ketersediaan bahan baku dan produk di pasar tetap terjaga.