TangerangNews.com

Atasi Banjir di Pasar Kemis, Pemkab Tangerang Akan Normalisasi dan Bangun Turap Sungai Cirarab

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 10 April 2026 | 18:51 | Dibaca : 88


Bupati Tangerang Maesyal Rasyid saat meninjau lokasi rencana penataan Sungai Cirarab di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat 10 April 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan mulai melakukan penataan Sungai Cirarab, Kecamatan Pasar Kemis, untuk mengatasi banjir yang kerap melanda di sepanjang aliran sungai.

Langkah tersebut dipastikan berdasarkan hasil musyawarah yang dipimpin Bupati Tangerang Maesyal Rasyid di Masjid Al-Muhajirin Pasar Kemis, Jumat 10 April 2026.

Dalam proses penataan tersebut, langkah awal yang dilakukan yakni menertibkan bangunan warga yang berdiri di bantaran sungai. 

“Alhamdulillah, seluruh pihak termasuk masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Cirarab telah sepakat. Penataan dan penertiban akan mulai dilaksanakan pada hari Minggu, 12 April 2026,” ungkap Maesyal.

Musyawarah tersebut merupakan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan sebelum bulan Ramadan.

Maesyal menegaskan, Pemkab Tangerang telah mengedepankan musyawarah dan kebersamaan demi kepentingan yang lebih besar, yakni mengurangi risiko banjir dan meningkatkan keselamatan masyarakat.

Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan penataan tetap memperhatikan toleransi antarumat beragama. Pihaknya mempersilakan kegiatan ibadah tetap berjalan dengan penyesuaian lokasi selama proses penataan berlangsung.

“Kami persilakan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Ini bentuk toleransi kita, namun untuk sementara aktivitas di lokasi penataan dapat dialihkan demi kelancaran pekerjaan,” imbuhnya.

Tahapan selanjutnya, setelah penertiban bangunan akan dilakukan normalisasi aliran sungai serta pembangunan turap (sheet pile).

“Normalisasi akan dilakukan terlebih dahulu untuk memperlancar aliran air. Setelah itu, langsung dilanjutkan dengan penurapan. Ini juga sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten,” ungkap Maesyal.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengerjaan nantinya menimbulkan ketidaknyamanan

“Kami mohon maaf apabila ada aktivitas warga yang terganggu selama proses pembangunan. Ini bersifat sementara, dan ke depan kita harapkan lingkungan menjadi lebih aman, tertata, dan terbebas dari banjir,” ujarnya.

Menurut dia keberhasilan penataan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia memberikan contoh, dampak nyata dukungan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di Perumahan Tangerang Elok, Pasar Kemis yang bisa meminimalisir banjir.

“Di wilayah Elok, setelah dilakukan penataan, alhamdulillah sudah tidak terjadi banjir. Ini menjadi bukti bahwa upaya, dukungan dan kolaborasi bersama bisa memberikan hasil nyata,” tandasnya.