TangerangNews.com

TPA Rawa Kucing Overload, DPRD Dorong Program Nasional untuk Tangani Sampah Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Senin, 13 April 2026 | 09:40 | Dibaca : 77


Kondisi TPA Rawa Kucing Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com- DPRD Kota Tangerang mendukung program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri untuk mengatasi persoalan sampah yang kian meningkat.

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam menilai, kondisi pengelolaan sampah saat ini sudah membutuhkan langkah penanganan yang lebih menyeluruh. 

Salah satu indikatornya adalah beban Tempat Pembuangan Akhir Rawa Kucing yang mencapai sekitar 1.600 ton sampah setiap hari.

“Kami di DPRD Kota Tangerang mendukung penuh program LSDP dari Kementerian Dalam Negeri sebagai upaya konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks, khususnya di TPA Rawa Kucing yang setiap harinya menerima hingga 1.600 ton sampah. Jadi, program ini nantinya difokuskan untuk mengatasi timbulan sampah harian,” ujarnya dikutip dari Antara Banten, Senin, 13 Maret 2026.

Menurutnya, dukungan tersebut juga ditopang kesiapan pemerintah daerah yang telah menyiapkan lahan untuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah. Lokasi yang dimaksud berada di area eks Pabrik Chicki yang telah dibebaskan sebelumnya.

“Pemkot Tangerang telah menyiapkan lahan di eks Pabrik Chicki yang sudah dibebaskan tahun lalu sebagai bagian dari dukungan terhadap program ini. Kami melihat ini sebagai langkah maju yang perlu dikawal bersama agar implementasinya berjalan optimal,” lanjutnya.

Dalam skema yang diusulkan, pemerintah pusat merekomendasikan pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai salah satu solusi pengolahan sampah. 

Namun, DPRD menilai pendekatan tersebut perlu dilengkapi dengan strategi lain agar hasilnya lebih maksimal.

“Kami tidak hanya berfokus pada satu metode, tetapi juga mendorong berbagai opsi lain dalam pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan di sumber, penguatan daur ulang, hingga pemanfaatan teknologi yang tepat guna. Pendekatannya harus komprehensif dari hulu ke hilir,” ucapnya.

Ia menambahkan, penyelesaian persoalan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat.

"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Tangerang yang lebih bersih dan sehat," kata Rusdi Alam.