TangerangNews.com

Pemkab Tangerang Stop Anggaran Seremonial, Fokus Benahi Jalan Rusak hingga Banjir di 2027

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 14 April 2026 | 19:25 | Dibaca : 75


Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa 14 April 2026 (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai menyusun langkah konkret untuk membenahi wilayahnya pada tahun 2027.

Dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Pendopo Bupati, Selasa 14 April 2026, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan instruksi tegas untuk memprioritaskan masalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Perbaikan jalan rusak, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), pengelolaan sampah dan mitigasi banjir menjadi fokus utama lantaran mendesak dituntaskan pada tahun anggaran tersebut.

 

Pangkas Seremonial dan Sosialisasi

Demi mewujudkan target tersebut, Maesyal menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan efisiensi.

Anggaran yang selama ini dialokasikan untuk kegiatan seremonial atau sosialisasi yang kurang mendesak akan dialihkan ke pembangunan fisik.

"Kegiatan yang sifatnya sosialisasi atau seremonial bisa kita tunda dahulu agar anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan yang diharapkan masyarakat," tegasnya.

Maesyal menambahkan dalam Musrenmbang tersebut arah kebijakan ini difokuskan pada enam prioritas utama, termasuk tata kelola pemerintahan yang efisien, penguatan ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

​Guna menjamin kualitas pembangunan, Pemkab Tangerang turut mengintegrasikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang kuat di setiap tahapan perencanaan.

"Diharapkan forum ini dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang selaras dan mampu menjawab tantangan dinamika pembangunan di Kabupaten Tangerang ke depan," pungkasnya.

 

Integrasi Aspirasi Masyarakat

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menjelaskan bahwa program yang disusun bukan sekadar hitungan di atas kertas, melainkan hasil penjaringan dari tingkat desa hingga kecamatan.

"Kami melakukan klarifikasi mendalam untuk memastikan usulan masyarakat dapat terakomodasi secara tepat sasaran. Forum ini menyelaraskan program daerah dengan provinsi agar ada integrasi yang kuat," ujar Erwin.

Dengan komitmen memangkas agenda non-prioritas, Pemkab Tangerang optimis tahun 2027 akan menjadi tahun pembuktian bagi penyelesaian masalah kronis perkotaan yang selama ini dikeluhkan warga.