TANGERANGNEWS.com – Pemilihan Ketua OSIS di SMPN 27 Kota Tangerang tampil beda dan lebih modern. Untuk pertama kalinya, sekolah ini menggunakan sistem e-voting yang difasilitasi KPU Kota Tangerang. Sehingga proses pemungutan suara jadi lebih cepat dan hasil perhitungan langsung diketahui.
Tiga pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam pemilihan ini yakni:
Pemungutan suara digelar layaknya pemilu sungguhan dengan tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Di setiap TPS terdapat panitia, pengawas, serta saksi dari masing-masing paslon.
Seluruh siswa yang memiliki hak pilih telah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekolah. Proses pemilihan dimulai dari kedatangan di TPS, pemanggilan sesuai DPT, hingga pemberian kode akses untuk masuk ke sistem e-voting.
Setelah memasukkan kode, pemilih masuk ke bilik suara yang menampilkan gambar paslon di layar laptop. Siswa cukup memilih dengan klik, lalu sistem akan mencetak bukti pilihan. Kertas tersebut kemudian dimasukkan ke kotak suara, dan pemilih mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah menggunakan hak pilih.

Kepala SMPN 27 Kota Tangerang, Jiran Supriyanto mengatakan, penggunaan e-voting ini menjadi inovasi baru di sekolahnya.
“Ini pertama kalinya kami bekerja sama dengan KPU. Kami sangat berterima kasih sudah difasilitasi,” ujarnya.
Menurutnya, sistem digital ini dipilih untuk menghemat waktu serta mengurangi penggunaan kertas yang sebelumnya cukup banyak saat pemilihan manual.
Selain itu, siswa juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengikuti perkembangan teknologi. Pemilihan ini sekaligus menjadi implementasi pembelajaran demokrasi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
“Tidak hanya teori, siswa bisa langsung praktik dan merasakan proses demokrasi,” tambahnya.
Ketua KPU Kota Tangerang, Qori Ayatullah yang turut memantau jalannya pemilihan menyampaikan bahwa sekolah lain juga bisa memanfaatkan aplikasi e-voting ini secara gratis.
“Kami sudah lakukan sosialisasi dan bimbingan teknis sebelumnya. Seluruh panitia, pengawas hingga saksi berasal dari siswa, agar mereka belajar langsung menjalankan proses demokrasi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan pemilih bagi generasi muda atau Gen Z, mengingat jumlah mereka mendominasi pemilih di masa depan.
Salah satu siswa, Alif, mengaku sistem e-voting sangat membantu dalam proses pemilihan dan penghitungan suara.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman. Dengan sistem digital, lebih cepat dan hasilnya juga bisa langsung diketahui,” katanya.
Dari hasil penghitungan cepat, pasangan nomor urut 1 Sivana Azahra dan Rizki Pratama, berhasil terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS dengan perolehan 446 suara.
Disusul pasangan nomor urut 3 dengan 282 suara, dan nomor urut 2 dengan 180 suara.
"Penggunaan e-voting ini dinilai menjadi langkah maju dalam dunia pendidikan, sekaligus menanamkan budaya demokrasi modern sejak dini kepada siswa," tutup Qori.