TangerangNews.com

Antisipasi El Nino, Pemkot Tangerang Siapkan Mitigasi Cegah Kebakaran Terulang di TPA Rawa Kucing

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 17 April 2026 | 19:15 | Dibaca : 74


DLH dan BPBD Kota Tangerang gelar simulasi penanganan kebakaran akibat fenomena El Nino di TPA Rawa Kucing. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan langkah mitigasi bencana kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing akibat musim kemarau ekstrem yang diprediksi akan berlangsung lebih lama.

Dalam upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan latihan gabungan simulasi penanggulangan kebakaran.

Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengungkapkan kegiatan ini merupakan respons terhadap prediksi BMKG mengenai fenomena El Nino yang akan melanda tahun ini.

Kondisi cuaca yang diperkirakan jauh lebih panas dan kering meningkatkan risiko munculnya titik api, terutama dari gas metan yang dihasilkan oleh tumpukan sampah organik.

Apalagi, TPA Rawa Kucing pernah kebakaran hebat saat musim kemarau pada pada tahun 2023.

"Kami belajar dari pengalaman kebakaran TPA Rawa Kucing pada 2023 lalu. Dengan simulasi rutin ini, kami ingin memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menguasai situasi jika terjadi kebakaran, sehingga dampaknya bisa kita minimalkan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menambahkan pihaknya telah melakukan pemetaan area serta menyiapkan langkah-langkah koordinasi yang komprehensif.

Hal ini menjadi krusial mengingat beberapa hari terakhir telah terjadi kebakaran di sejumlah lapak limbah di wilayah Tangerang.

"Penanganan akan dimulai dari prosedur internal TPA hingga bantuan penuh dari tim BPBD jika diperlukan," katanya.

Ia juga berharap agar sampah-sampah organik yang ada di rumah tangga bisa diolah sendiri oleh masyarakat menjadi kompos dan lain sebagainya.

"Diharapkan ini tentu kesadaran dari masyarakat melakukan pemilahan sampah, sampah-sampah organiknya bisa dijadikan kompos untuk memupuk tanaman di rumahnya masing-masing," jelasnya.

Upaya mitigasi ini juga diharapkan mampu menjaga keamanan lingkungan sekaligus menjamin kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.