TangerangNews.com

RUPST 2025, bank bjb Tebar Dividen Rp900 Miliar, Tunjuk Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 28 April 2026 | 20:09 | Dibaca : 98


Jajaran pengurus baru bank bjb, salah satunya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen dalam RUPST 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Bale Pakuan, Bandung, Selasa 28 April 2026, perseroan resmi menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar.

Angka tersebut setara dengan Rp85,54 per lembar saham. Keputusan ini diambil setelah meninjau capaian laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 yang mencatatkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi nasional.

Kebijakan dividen ini didasari oleh performa keuangan yang sangat kokoh. bank bjb berhasil mengukuhkan posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia, yang kini menyentuh angka Rp221,3 triliun.

"Pencapaian aset ini adalah hasil dari penguasaan pasar yang kuat, transformasi digital yang konsisten, serta kolaborasi erat dengan para pemegang saham utama," kata Sani Ikhsan Maulana, Deputy Corporate Secretary bank bjb melalui siaran pers, Selasa 28 April 2026.

 

Perombakan Pengurus: Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

Selain menetapkan penggunaan laba bersih, RUPST kali ini juga menjadi momentum bersejarah dengan perombakan jajaran pengurus.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), selaku Pemegang Saham Pengendali merekomendasikan figur-figur berintegritas untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

Salah satu kejutan besar adalah masuknya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sebagai Komisaris Utama Independen yang efektif setelah proses Fit and Proper Test OJK.

KDM menilai kapasitas Susi sangat krusial dalam memberikan nasihat strategis bagi arah kebijakan bank ke depan.

"Saya merekomendasikan orang-orang dalam bank bjb yang menurut saya memiliki integritas," ucapnya.

Dalam rapat yang berlangsung secara hybrid tersebut, bank bjb juga menyepakati agenda strategis lainnya, antara lain penetapan bank bjb sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK).

bjb juga melakukan perubahan struktur direksi dengan penguatan peran Direktur Teknologi Informasi untuk mempercepat transformasi digital. Selain itu, Pengkinian Recovery Plan guna menghadapi tantangan ekonomi makro di masa depan.

Dengan pembagian dividen yang signifikan dan jajaran pengurus yang kuat, bank bjb optimistis dapat menjaga keberlanjutan usaha serta terus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi wilayah Jawa Barat dan Banten.