TangerangNews.com

Pemkot Tangerang Masuk 12 Daerah Terbaik Pengendali Inflasi di Tengah Ancaman Perang Iran

Redaksi | Selasa, 28 April 2026 | 20:44 | Dibaca : 79


Suasana Kota Tangerang tampak atas, tepatnya di kawasan Pasar Lama. Terlihat warga Kota Tangerang sibuk beraktivitas. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com - Pemkot Tangerang bergerak cepat mengantisipasi potensi gejolak harga kebutuhan pokok akibat konflik perang Iran yang memicu kenaikan harga energi, pangan hingga distribusi logistik.

Langkah cepat tersebut turut mengantarkan Kota Tangerang masuk dalam daftar 12 daerah terbaik di Indonesia dalam pengendalian inflasi versi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Capaian itu diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir Balaw, Senin 27 April 2026 secara virtual.

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat mengingatkan seluruh daerah untuk waspada terhadap dampak konflik geopolitik global yang berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas penting.

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Balaw mengatakan, daerah yang dinilai berhasil menekan inflasi adalah daerah yang sigap mengambil langkah konkret menjaga stabilitas harga.

“Daerah yang berhasil mengendalikan inflasi adalah yang mampu bergerak cepat, menjaga pasokan, serta memastikan distribusi tetap lancar. Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci utama,” ujarnya.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah cepat agar masyarakat tidak terdampak lonjakan harga.

Salah satunya dengan rutin menggelar operasi pasar murah untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil di masyarakat.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan distributor guna mencegah praktik penahanan barang yang bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

Pemkot juga memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil komoditas agar pasokan bahan pangan tetap aman meski terjadi gangguan distribusi akibat kondisi global.

Untuk menjaga kelancaran distribusi barang, Pemkot Tangerang turut memberikan dukungan transportasi melalui fasilitas bus Tayo dan angkutan Si Benteng yang bersumber dari APBD.

Langkah lainnya yakni memperkuat ketahanan pangan melalui program gerakan menanam di masyarakat serta menyiapkan bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila gejolak harga semakin membebani warga.

Tak hanya itu, sistem pemantauan harga berbasis digital melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga terus diperkuat agar pemerintah bisa merespons lebih cepat jika terjadi lonjakan harga di pasaran.

Berdasarkan data inflasi Maret 2026, Kota Tangerang mencatat angka inflasi sebesar 3,01 persen, lebih rendah dibanding Provinsi Banten sebesar 3,55 persen dan nasional sebesar 3,48 persen secara tahunan.

“Kami akan terus bergerak cepat menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global,” tutup Sachrudin.