TangerangNews.com

Pemkab Tangerang Relokasi Kabel Optik Semrawut di 15 Ruas Jalan Tanpa Dana APBD

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 29 April 2026 | 15:20 | Dibaca : 68


Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memotong kabel optik di ruas Jalan Syekh Nawawi, Kecamatan Tigaraksa, sebagai tanda mulainya proyek relokasi kabel udara ke bawah tanah, Rabu 29 April 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memulai proyek pembenahan infrastruktur estetika kota melalui relokasi kabel udara fiber optik menjadi kabel tanam bawah tanah.

Realisasi proyek ini ditandai dengan seremoni pemotongan kabel yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, di ruas Jalan Syekh Nawawi, Kecamatan Tigaraksa, pada Rabu 29 April 2026.

Langkah strategis ini merupakan kolaborasi antara Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) wilayah Banten.

Intan menegaskan penataan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri, rapi, dan meningkatkan faktor keselamatan bagi pengguna jalan di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Hari ini kita memulai seremonial pemotongan kabel yang semrawut di ruas Jalan Syekh Nawawi. Target kita untuk tahun ini ada 15 ruas jalan yang akan direlokasi ke bawah tanah, dengan 10 ruas prioritas awal termasuk ruas Legok-Karawaci dan Syekh Nawawi Tigaraksa," ujar Intan.

Ia menambahkan keberadaan kabel udara yang tidak teratur tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga seringkali menjadi penyebab kecelakaan dan ketidaknyamanan masyarakat.

Dengan pemindahan ke sistem kabel bawah tanah menggunakan pipa HDPE, diharapkan Kabupaten Tangerang akan terbebas dari pemandangan kabel melintang yang mengganggu.

"Kita ingin Kabupaten Tangerang benar-benar Gemilang. Tidak ada lagi kabel semrawut yang mengganggu pandangan dan membahayakan warga. Penataan bawah tanah adalah solusi jangka panjang untuk kota yang lebih rapi dan nyaman." jelas Intan.

Intan mengimbau masyarakat untuk bersabar apabila selama proses relokasi terjadi sedikit gangguan arus lalu lintas. Program ini diharapkan menjadi standar baru pembangunan infrastruktur digital yang ramah lingkungan dan estetis di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang Endang Sukendar menjelaskan proyek ini merupakan bagian dari penataan infrastruktur jangka panjang. 

"Sesuai arahan Ibu Wakil Bupati, kita ingin menciptakan keindahan dan kenyamanan. Jalan yang banyak kabel menjuntai itu sangat berisiko bagi keselamatan. Kami memohon dukungan masyarakat selama proses pengerjaan ini berlangsung," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Apjatel Banten Noviana menyatakan relokasi kabel di 15 ruas jalan tersebut ditarget akan selesai dalam jangka waktu satu tahun ke depan. 

Adapun seluruh pendanaan proyek relokasi ini bersumber dari dana swasta (non-APBD) sebagai bentuk kepedulian para penyelenggara telekomunikasi terhadap penataan ruang publik.

"Memang ada tantangan terkait kenaikan harga bahan baku pipa, namun para rekan-rekan operator tetap berupaya maksimal agar tahun depan Kabupaten Tangerang bisa lebih tertata rapi tanpa ada lagi penggalian berulang untuk kabel telekomunikasi," jelas Noviana.