TangerangNews.com

Kuliner dan Lifestyle Dominasi Bisnis di Gading SerpongĀ 

Redaksi | Senin, 4 Mei 2026 | 07:13 | Dibaca : 55


Suasana keramaian di kawasan Gading Serpong yang didominasi kuliner dan lifestyle (@TangerangNews / Redaksi)


TANGERANGNEWS.com - Perkembangan kawasan komersial di Paramount Gading Serpong kini semakin menunjukkan satu pola yang jelas. Bisnis food & beverage (F&B) dan lifestyle menjadi pemain utama yang mendominasi dan menghidupkan kawasan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan tenant di sektor ini terlihat paling agresif. Deretan kafe, restoran, hingga bisnis lifestyle terus bermunculan, terutama di area yang terhubung langsung dengan klaster hunian.

Lonjakan populasi dan mobilitas warga menjadi faktor pendorong utama. Kebutuhan akan tempat makan, nongkrong, hingga gaya hidup praktis membuat F&B dan lifestyle menjadi sektor yang paling cepat menangkap peluang.

Data Colliers Indonesia mengonfirmasi tren tersebut. Sektor ritel memang tetap berkembang, namun kini lebih selektif dengan F&B dan lifestyle sebagai kategori yang paling dominan, terutama di kawasan dengan traffic tinggi dan komunitas yang sudah terbentuk.

“Tenant sekarang lebih memilih lokasi yang sudah hidup. F&B dan lifestyle jadi yang paling agresif masuk,” ujar Ferry Salanto.

Fenomena ini sangat terasa di Gading Serpong. Kawasan yang dulunya identik dengan hunian kini berubah menjadi destinasi kuliner dan gaya hidup yang ramai hampir sepanjang hari.

Kehadiran tenant F&B tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi magnet utama yang menarik pengunjung. Aktivitas makan-minum hingga nongkrong membentuk ritme kawasan, menciptakan keramaian yang konsisten dari siang hingga malam.

Associate Director LEADS Property Martin Samuel Hutapea menilai, pola ini tidak terlepas dari perubahan perilaku masyarakat. Kedekatan dengan hunian dan kemudahan akses menjadi faktor kunci dalam memilih lokasi usaha.

“Ruang komersial yang berada di tengah ekosistem hunian aktif lebih cepat berkembang, karena langsung terhubung dengan kebutuhan harian masyarakat,” jelasnya.

Tingginya minat terhadap sektor ini juga tercermin dari tingkat okupansi. Dalam satu tahun terakhir, penyerapan ruang usaha di Tangerang mencapai sekitar 93%, dengan F&B dan lifestyle menjadi kontributor utama.

Di lapangan, transformasi kawasan terlihat nyata. Titik-titik seperti Maggiore, Pisa Grande, hingga Manhattan District berkembang menjadi pusat kuliner dan lifestyle baru yang terus dipadati pengunjung.

Willy, Owner Kopi Es Tak Kie di kawasan Maggiore, merasakan langsung dampaknya. Menurutnya, Gading Serpong sudah menjadi kawasan yang hidup, sehingga bisnis F&B memiliki peluang besar untuk berkembang.

“Di sini pasarnya sudah terbentuk. Pengunjungnya tidak hanya dari sekitar, tapi juga dari BSD, Alam Sutera, sampai Jabodetabek,” ujarnya.

Kondisi ini memperkuat posisi Gading Serpong sebagai kawasan dengan captive market besar. Lebih dari 120.000 penduduk yang tersebar di puluhan klaster aktif menjadi basis konsumen yang stabil bagi bisnis F&B dan lifestyle.

Melihat tren tersebut, pengembangan kawasan pun semakin diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan gaya hidup modern. Paramount Land terus memperluas area komersial yang terintegrasi dengan hunian.

Salah satunya melalui Pasadena Central District, kawasan terpadu seluas sekitar 40 hektare yang menggabungkan residensial dan komersial dalam satu ekosistem.

Di dalamnya, Pasadena Square South hadir sebagai pengembangan terbaru yang menyasar langsung kebutuhan bisnis F&B dan lifestyle. Lokasinya yang dikelilingi hunian aktif serta didukung trafik tinggi menjadi daya tarik utama.

“Area ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis, terutama sektor yang mengandalkan interaksi langsung dengan konsumen seperti F&B dan lifestyle,” ujar Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave.