TangerangNews.com

Gas Baru Pengganti LPG Mulai Disiapkan Tahun Ini, Distribusi Lebih Dulu di Kota-kota Besar

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 6 Mei 2026 | 19:45 | Dibaca : 78


Ilustrasi gas LPG 3 Kg dijual di warung-warung pengecer. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)mulai mendorong penggunaan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas untuk kebutuhan rumah tangga. 

Program ini ditargetkan mulai bisa dimanfaatkan masyarakat pada tahun 2026, dengan fokus awal di kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah saat ini masih mematangkan skema distribusi serta kesiapan infrastruktur pendukung sebelum implementasi dilakukan secara luas.

"Ditargetkan tahun ini bisa dikonsumsi masyarakat," ujarnya dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, penggunaan CNG menjadi salah satu strategi untuk menekan beban subsidi LPG yang terus meningkat setiap tahun. 

Konsumsi gas rumah tangga yang tinggi dinilai menjadi faktor utama pembengkakan anggaran tersebut.

Pada tahap awal, distribusi CNG tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah akan memprioritaskan kota-kota besar sebagai lokasi uji coba guna melihat efektivitas sistem distribusi sebelum diperluas ke daerah lain.

"Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Roadmap-nya adalah tentu kita ada karena ini belum diumumkan oleh Pak Menteri, tapi intinya ke depan kita akan mereduksi LPG kita, kita gantikan dengan CNG," jelasnya.

Pemerintah memperkirakan penggunaan CNG dapat menghemat subsidi hingga 30 persen. Hal ini karena sumber gas berasal dari produksi dalam negeri, sehingga tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga energi global.

Selain aspek efisiensi, pemerintah juga menekankan faktor keselamatan dalam implementasi program ini. 

Teknologi tabung yang digunakan nantinya berbahan komposit fiber tipe 4, yang diklaim lebih ringan dan memiliki ketahanan tinggi.

"Penelitian untuk kita menggunakan CNG ini sudah cukup lama dan ada dua komponen penting di bagian tabung dan valve ini yang membutuhkan teknologi yang akhirnya pada hari ini tuh sudah ditemukan dan sudah bisa diimplementasikan," katanya.

 Di sisi lain, PT Gagas Energi Indonesia menyatakan kesiapan dalam mendukung distribusi CNG melalui optimalisasi infrastruktur yang sudah dimiliki.

Direktur Operasi dan Komersial perusahaan tersebut, Maisalina, menyebut pihaknya siap mengikuti arah kebijakan pemerintah dalam mendorong transisi energi.

"Secara infrastruktur prinsipnya kami siap untuk mendukung semua arah kebijakan dari pemerintah. Kebetulan Gagas adalah anak dari PGN khusus untuk yang beyond pipeline," tukasnya.