TangerangNews.com

Dari Limbah Jadi Tas Premium, UMKM Binaan PLN Banten Sulap Karung Goni Jadi Produk Fashion Ramah Lingkungan

Fahrul Dwi Putra | Senin, 18 Mei 2026 | 18:30 | Dibaca : 60


Pendiri FASHTERS, Ibu Nurkamala, menunjukkan produk kriya eco-stylish. Sentuhan kain batik nusantara bermotif indah dengan sentuhan rajutan yang berpadu apik dengan material goni daur ulang yang bersih dan modis. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Tumpukan karung goni bekas yang biasanya berakhir sebagai limbah berubah menjadi produk fashion bernilai tinggi di tangan para pengrajin lokal binaan PLN UID Banten.

Melalui FASHTERS, sebuah eco-brand lokal yang bergerak di bidang kriya ramah lingkungan, limbah goni disulap menjadi tas hingga berbagai produk kerajinan dengan sentuhan kain tenun tradisional Nusantara.

Serat kasar goni dipadukan dengan warna-warni kain tenun khas daerah seperti Tenun Baduy dari Banten hingga kain tradisional dari berbagai wilayah Indonesia lainnya. 

Hasilnya, lahirlah produk handmade bergaya modern yang membawa unsur budaya sekaligus pesan kepedulian lingkungan.

Pemilik FASHTERS Nurkamala mengatakan, usahanya itu lahir dari keresahan terhadap banyaknya limbah goni yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Perempuan yang sebelumnya berkarier selama 15 tahun di industri pembiayaan itu memilih banting setir dan membangun usaha kreatif berbasis keberlanjutan pada Desember 2023.

“Kami menyatukan gaya hidup berkelanjutan, warisan budaya, inovasi desain, dan dampak sosial nyata. Kami ingin membuktikan bahwa produk yang ramah lingkungan juga bisa tampil sangat stylish dan berkelas,” ujar Nurkamala.

Keunikan produk FASHTERS terletak pada kombinasi material daur ulang dengan sentuhan budaya lokal. 

Setiap produk dibuat berbeda sehingga memiliki karakter khas dan tidak diproduksi secara massal.

Selain fokus pada produk ramah lingkungan, FASHTERS juga memberdayakan pengrajin lokal dalam proses produksinya. 

Para pengrajin dilibatkan mulai dari proses menjahit, bordir, hingga pengembangan desain produk.

General Manager PLN UID Banten Muhammad Joharifin mengatakan, PLN mendukung pengembangan UMKM kreatif yang memiliki dampak sosial sekaligus mendukung konsep green economy.

“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan pasokan listrik yang andal, tetapi juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan sosial dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pembinaan UMKM lokal,” ujarnya.

Menurut Joharifin, tren produk eco-stylish saat ini terus berkembang karena konsumen mulai mempertimbangkan nilai dan cerita di balik sebuah produk, bukan sekadar fungsi.