TangerangNews.com

38 Hektare Lahan Milik Pemprov DKI di Legok Tangerang Bakal Dibuat Tandon dan Pertanian

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:09 | Dibaca : 79


Dari kiri ke kanan: Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Tangerang Sachrudin saat kunjungan kerja di Balai Kota Jakarta, Rabu 20 Mei 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Puluhan hektare lahan tidur milik Pemerintah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang rencananya akan disulap menjadi kawasan produktif, mulai dari infrastruktur pengendali banjir hingga sektor pertanian.

Hal itu disepakati dalam kunjungan kerja Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan banjir serta pengelolaan sampah, khususnya di wilayah aglomerasi Tangerang Raya dan DKI Jakarta.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid membeberkan bahwa dari total aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta yang ada di wilayah Kecamatan Legok, pemanfaatannya saat ini masih sangat minim.

Oleh karena itu, momentum pertemuan di Balai Kota ini menjadi kunci untuk mengoptimalkan lahan strategis tersebut agar berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

"Dari total lahan yang ada, baru 1,4 hektare yang digunakan untuk Lapas (Lembaga Pemasyarakatan). Sisanya akan dimanfaatkan sesuai peruntukan, yakni 38 hektare untuk pertanian dan tandon, serta 47 hektare untuk permukiman," pungkas Maesyal. 

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Tangerang Raya tidak akan bisa diselesaikan secara optimal jika Pemprov Banten berjalan sendirian.

Diperlukan komitmen bersama dan dukungan nyata dari wilayah mitra seperti DKI Jakarta, begitu pula dalam hal pengelolaan sampah. 

"Banten dan DKI Jakarta itu sejatinya saling membutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi ini harus terus kita perkuat," ujarnya.

Sebagai langkah konkret penanganan banjir lintas batas, para kepala daerah sepakat untuk membangun sejumlah tandon air bersama. Fasilitas ini nantinya berfungsi untuk menampung debit air hujan sekaligus menjadi sumber air baku. 

"Melalui tandon-tandon itu, air bakunya nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," tambah Andra Soni. 

Sementara itu, terkait tata kelola sampah, wilayah Tangerang Raya berkomitmen untuk melakukan pengelolaan secara mandiri guna diubah menjadi energi listrik (pembangkit listrik tenaga sampah) sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Tak hanya itu, sampah organik juga akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis yang melibatkan langsung masyarakat setempat.