TangerangNews.com

19 Km Pesisir Tangerang Bakal Dipagari Tiga Jenis Giant Sea Wall

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:16 | Dibaca : 93


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai mempersiapkan dukungan dalam pembangunan giant sea wall atau dinding penahan laut raksasa di wilayah pantai utara (Pantura) untuk mencegah abrasi.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyebut ada tiga jenis tanggul laut yang akan dibangun, diantaranya yaitu tanggul alami berupa tanaman mangrove, break water, serta tanggul raksasa.

‎"Jadi sebenarnya rancangan proyek ini sudah banyak penelitian. Dari ahli oseanografi, ahli kelautan yang sudah sangat terlibat melalui penelitian-penelitiannya," ujar Soma, Kamis 21 Mei 2026.

‎Soma menjelaskan, proyek giant sea wall ini akan bermula dari pesisir utara Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Banten dengan panjang 575 kilometer yang dibagi ke dalam 15 segmen.

‎Untuk di daerah Kabupaten Tangerang, Banten, tanggul laut raksasa ini akan dibangun di Kecamatan Kosambi sepanjang 19 kilometer.

‎"Kurang lebih kalau tidak salah panjangnya sekitar 17 - 19 kilometer untuk proyek tanggul laut yang akan dibangun di Kabupaten Tangerang," jelasnya. 

‎Demi menyukseskan Proyek Strategis Nasional ini, Pemkab Tangerang turut menyediakan tenaga profesional dalam pembangunan proyek skala besar tersebut.

‎SDM yang disiapkan untuk mendukung proyek strategis nasional tersebut berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), dan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

‎"Mereka mulai dari kepala dinas sampai bidang-bidang tertentu yang terkait, itu bagian dari teamwork untuk membantu badan otorita itu," ungkapnya. 

‎Menurut Soma, pembangunan Giant Sea Wall di pesisir utara Tangerang diyakini mampu membawa dampak luas bagi masyarakat.

Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi mencegah abrasi, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan konektivitas wilayah yang menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi baru.

‎"Nanti konektivitasnya juga ini harus nyambung dengan jalan-jalan yang ada. Jaringan jalan yang ada di kita, jaringan tol yang ada di Pantai Indah Kapuk, arah Balaraja untuk meningkatkan ekonomi," tutupnya.