TangerangNews.com

334 Lapak Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang Sudah Berlabel Sehat

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 22 Mei 2026 | 17:20 | Dibaca : 46


Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau Lapak Mbakul Lembu Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 22 Mei 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Enam hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah terus memperketat pengawasan hewan kurban di wilayahnya.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), pemeriksaan medis telah dilakukan secara masif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 334 lapak penjual di wilayah Kabupaten Tangerang telah diperiksa secara menyeluruh dan diberi label sehat.

"Sebanyak 334 lapak dinyatakan sehat serta diberikan simbol atau identitas sehat hewannya. Mudah-mudahan ini menjadi modal dasar bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban dalam keadaan sehat dan aman dari sisi kesehatannya,” ujar Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau Lapak Mbakul Lembu Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 22 Mei 2026.

Maesyal menegaskan, pihaknya mengambil langkah preventif demi melindungi masyarakat. Hewan kurban yang terindikasi sakit dilarang keras untuk diperjualbelikan.

“Kalau sehat bisa dijual, kalau tidak sehat tidak boleh dijual dan dilarang,” tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja turut memimpin monitoring pemeriksaan hewan kurban di Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa.

Demi memaksimalkan jangkauan pemeriksaan, Pemkab Tangerang menerjunkan puluhan tenaga medis ke berbagai titik strategis.

"Ada 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban yang disebar ke sejumlah titik di Kabupaten Tangerang. Petugas tersebut terdiri dari pemeriksa hewan kurban, dokter hewan yang juga berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II," bebernya.

Ketatnya pemeriksaan medis ini disambut positif oleh para pedagang. Pemilik lapak Mbakul Lembu, Indra, menuturkan bahwa seluruh komoditas ternak yang disediakannya, yakni 72 ekor sapi dan 195 ekor kambing, telah dinyatakan 100 persen sehat oleh tim dokter Keswan DPKP.

Indra membeberkan bahwa pemeriksaan klinis yang dilakukan petugas menyasar organ-organ vital penularan penyakit virus.

“Pemeriksaannya meliputi bagian mulut, kaki, dan kuku guna memastikan hewan kurban bebas dari penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Karena dua atau tiga tahun lalu sedang marak penyakit PMK, Alhamdulillah saat ini tidak ada," kata Indra.

Guna menjaga kualitas tersebut, Indra menambahkan sebagian besar hewan kurban yang ia jual merupakan hasil dari kemandirian peternakan sendiri, di mana fokus perawatan rutin dipusatkan pada formulasi pola pakan berkualitas serta sanitasi kebersihan kandang yang terjaga.