TangerangNews.com

Rupiah Melemah, Pemkab Tangerang Waspadai Potensi PHK Massal

Muhamad Yusri Hidayat | Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33 | Dibaca : 58


Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mewaspadai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang diakibatkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

‎Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan dalam waktu dekat pihaknya berencana mengadakan pertemuan dengan para pengusaha di wilayahnya, untuk membahas stabilitas industri di saat nilai mata uang rupiah melemah.

‎"Bahwa kita pemerintah daerah sudah berupaya untuk bisa bertemu dengan pengusaha-pengusaha agar tidak ada lagi kasus pemutusan hubungan kerja," ujarnya, pada Jumat 22 Mei 2026.

‎Ia menjelaskan, pihaknya tengah berusaha menguatkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mencegah terjadinya penurunan ekonomi di tengah masyarakat.

‎"Upaya-upaya inilah yang terus dijalankan pemerintah daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga, masyarakat yang belum bekerja bisa mendapatkan pekerjaan dan kebutuhan harian mereka dapat terpenuhi,“ jelasnya.

‎Lebih lanjut, Maesyal menegaskan, pihaknya masih terus berupaya menjaga kestabilan harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat sebagai upaya mengendalikan inflasi di daerahnya.

‎"Upaya-upaya inilah yang kita jalankan oleh pemerintah daerah, untuk daya beli masyarakat ini bisa mampu," ucapnya.

‎‎Pada hari Jumat 22 Mei 2026 pagi, mata uang rupiah tercatat kembali mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat, bergerak melemah hingga menyentuh kisaran level Rp17.700 per dolar AS.

‎Mengacu pada laporan Bloomberg pukul 09.15 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami depresiasi tipis 34 poin (0,19%), yang membawa mata uang domestik ke level Rp17.701 per dolar AS.

‎Melemahnya nilai tukar rupiah ini terjadi akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah dan tingginya permintaan valuta asing domestik.