TangerangNews.com

Pemkab Tangerang Libatkan Akademisi dan Organisasi Internasional Perkuat Rencana Pembangunan

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 25 Mei 2026 | 17:09 | Dibaca : 53


Pembukaan Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin 25 Mei 2026. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


TANGERANGNEWS.com-Menyadari tantangan zaman yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kini merangkul berbagai elemen strategis mulai dari akademisi, praktisi pembangunan, peneliti, mahasiswa, hingga organisasi internasional untuk memperkuat pembangunan daerah.

Sinergi global ini ditandai dengan dibukanya ajang Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Senin 25 Mei 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan batu loncatan awal bagi pemerintah daerah untuk berkolaborasi langsung dengan para di bidangnya.

"Seminar ini diselenggarakan sebagai forum strategis untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan daerah melalui pertukaran pengetahuan, inovasi, dan praktik-praktik internasional," katanya.

Langkah Pemkab Tangerang ini tertuang dalam tema besar yang diusung yaitu "Reimagining the Future of Region: Smart, Resilient, and Sustainable Pathways in a Disruptive World" (Membayangkan Kembali Masa Depan Wilayah: Jalur Cerdas, Tangguh, dan Berkelanjutan di Dunia yang Penuh Disrupsi).

Soma menjelaskan, kolaborasi lintas sektor dan internasional menjadi kunci mutlak keberhasilan pembangunan saat ini.

Kebijakan pembangunan tidak bisa lagi dibuat secara konvensional, melainkan harus berbasis data, pengetahuan, dan inovasi global agar mampu mendongkrak mutu perencanaan daerah.

"Output konkret dari seminar internasional ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis guna menyempurnakan dokumen rencana pembangunan jangka panjang maupun menengah Kabupaten Tangerang," jelasnya.

Salah satu poin paling krusial yang dibidik dari kehadiran para pakar dunia dan akademisi ini adalah merancang tata ruang yang adaptif.

Kabupaten Tangerang yang memiliki karakteristik unik, perpaduan antara kawasan urban yang padat dan garis pantai yang panjang, memerlukan penanganan khusus agar tahan terhadap dampak perubahan iklim maupun disrupsi ekonomi.

"Diharapkan kolaborasi ini dapat mendukung perencanaan pembangunan perkotaan dan pesisir yang adaptif untuk ketangguhan kewilayahan," jelas Soma.

Selain mematangkan program daerah, hadirnya para profesional dan mitra internasional ini juga dirancang untuk mendorong sinergi institusi dalam negeri agar selaras dalam mendukung keberhasilan Program Strategis Nasional (PSN) yang berada di wilayah Tangerang.

Dengan langkah ini, Pemkab Tangerang optimistis mampu melahirkan cetak biru kota masa depan yang tidak hanya cerdas dan modern, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.