TANGERANGNEWS.com- Munculnya benjolan di area perut atau selangkangan sering kali dianggap masalah biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda hernia yang berisiko memicu komplikasi serius jika terus dibiarkan.
Pada tahap awal, hernia memang kerap tidak menimbulkan rasa sakit. Karena itu, banyak penderita memilih menunda pemeriksaan dan berharap benjolan akan hilang sendiri.
Namun seiring waktu, hernia dapat membesar, memicu nyeri hingga menyebabkan kondisi darurat medis.
Dokter Spesialis Bedah Umum Bethsaida Hospital Serang dr. Leo Fajar Sp. B menjelaskan, hernia terjadi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol keluar melalui celah lemah pada otot atau jaringan penyangga tubuh.
“Hernia tidak akan sembuh dengan sendirinya. Tidak ada obat, jamu, atau korset yang bisa mengembalikan jaringan yang sudah menonjol keluar ke posisi semula secara permanen,” ujarnya.
Menurut dr. Leo, tindakan operasi menjadi satu-satunya penanganan yang bersifat permanen untuk hernia.
“Satu-satunya penanganan yang tuntas dan bersifat kuratif adalah tindakan bedah. Semakin cepat ditangani, semakin mudah prosesnya dan semakin kecil risikonya,” lanjutnya.
Hernia sendiri memiliki beberapa jenis, mulai dari hernia inguinal yang paling sering dialami pria di area selangkangan, hernia umbilikalis di sekitar pusar, hingga hernia hiatus yang menyebabkan gangguan lambung naik tanpa muncul benjolan di luar tubuh.
Selain faktor bawaan, risiko hernia juga meningkat akibat kebiasaan mengangkat beban berat, obesitas, batuk kronis, sembelit berkepanjangan hingga kehamilan berulang.
Gejala yang perlu diwaspadai biasanya berupa benjolan yang muncul saat berdiri, batuk atau mengejan, disertai rasa berat dan nyeri di area tertentu. Pada hernia hiatus, gejala dapat berupa sensasi panas di dada dan asam lambung naik.
Untuk penanganan, Bethsaida Hospital Serang menyediakan prosedur operasi minimal invasif atau laparoskopi.
Metode ini dilakukan melalui beberapa sayatan kecil dengan bantuan kamera khusus sehingga proses operasi dinilai lebih presisi dan masa pemulihan pasien lebih cepat dibanding operasi terbuka.
“Laparoskopi bukan sekadar soal bekas luka yang lebih kecil. Lebih dari itu, visualisasi yang lebih baik memungkinkan kami memperbaiki hernia dengan lebih presisi, meletakkan mesh dengan lebih tepat, dan pada akhirnya memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik bagi pasien,” jelas dr. Leo.
Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya mengatakan banyak pasien masih merasa takut menjalani operasi hernia sehingga memilih menunda pengobatan.
Oleh karena itu, Bethsaida Hospital Serang memastikan setiap pasien akan mendapatkan penjelasan yang lengkap, komprehensif, dan transparan mengenai kondisinya sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kami hadir bukan hanya sebagai tempat berobat, tetapi sebagai mitra dalam perjalanan kesehatan pasien,” pungkasnya.