TangerangNews.com

Data Susenas 2025: Angka Melek Huruf Generasi Muda Banten 99,95%, Namun Akses Komputer Pelajar Masih Rendah

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:49 | Dibaca : 56


Salah satu pelajar di Kota Tangerang, Banten, saat menggunakan komputer dalam kegiatan belajar. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 menunjukkan dinamika baru dalam dunia pendidikan di Provinsi Banten.

Di satu sisi, indikator literasi dasar dan partisipasi sekolah menunjukkan angka yang tinggi. Namun di sisi lain, kesenjangan fasilitas penunjang digital masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan.

Berdasarkan data Susenas 2025, Angka Melek Huruf (AMH) untuk generasi muda di Banten telah menyentuh 99,95 persen. Tingginya angka literasi dasar ini selaras dengan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di jenjang pendidikan dasar yang mencapai 99,52 persen, menandakan bahwa akses formal di tingkat dasar hampir merata.

Dari sisi tenaga pendidik, lebih dari 97 persen guru di Banten saat ini telah memenuhi kualifikasi akademik minimal Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4).

Meskipun fondasi literasi dasar dinilai kuat, pergeseran ke era digital membawa tantangan baru bagi pelajar di Banten.

Data menunjukkan bahwa 84,38 persen pelajar di Banten telah aktif menggunakan internet untuk aktivitas belajar.

Kendati demikian, pemanfaatan teknologi tersebut belum ditopang oleh perangkat yang memadai. Tercatat baru 20,11 persen pelajar yang menggunakan laptop atau komputer.

Sebagian besar siswa masih mengandalkan telepon seluler (gawai) untuk mengakses internet dan materi pembelajaran, yang secara teknis memiliki keterbatasan dalam mendukung pembelajaran digital yang kompleks.

Situasi ini menandakan adanya kebutuhan mendesak terkait penguatan infrastruktur digital, pemerataan perangkat, serta peningkatan literasi digital agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

Selain pembenahan fasilitas digital, perluasan akses pendidikan menengah dan khusus di Banten terus berjalan melalui kebijakan stimulus fiskal.

Program Sekolah Gratis yang menyasar SMA, SMK, dan SKh (Sekolah Khusus) swasta tercatat telah menggandeng 801 sekolah swasta hingga tahun 2025. Dari program tersebut, sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi menerima manfaat.

Pada tahun ajaran 2026-2027 ini, Pemprov Banten mulai memperluas jangkauan kebijakan tersebut dengan memasukkan Madrasah Aliyah (MA) swasta ke dalam daftar penerima program sekolah gratis.

Perluasan ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah pada jenjang pendidikan menengah bawah dan atas, sekaligus menjadi langkah strategis jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.