TangerangNews.com

Plafon Jebol dan Bangunan Lapuk, Sekolah di Lebak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi dari PLN

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 2 Juni 2026 | 16:49 | Dibaca : 68


Ruang kelas MA Citepuseun dengan plafon yang nyaris roboh dan meja-kursi yang usang. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)


TANGERANGNEWS.com- Kondisi bangunan Madrasah Aliyah (MA) Citepuseun di Kabupaten Lebak akhirnya mendapat perhatian setelah bertahun-tahun digunakan dalam kondisi yang membutuhkan perbaikan. 

Sejumlah bagian sekolah diketahui mengalami kerusakan, mulai dari plafon yang jebol hingga bangunan yang mulai termakan usia.

Di tengah keterbatasan fasilitas tersebut, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung setiap hari. 

Para siswa dan guru terus menjalankan proses pendidikan meski harus berhadapan dengan kondisi ruang belajar yang tidak lagi optimal.

Situasi itulah yang mendorong PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli memulai revitalisasi sekolah tersebut. 

Langkah awal pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di lingkungan MA Citepuseun, Desa Citepuseun, Kabupaten Lebak.

PLH General Manager PLN UID Banten Bobby Christya Surya mengatakan, pihaknya melihat kebutuhan mendesak terhadap fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi para siswa.

"Ketika kami melihat kondisi sekolah ini, kami tidak hanya melihat bangunan yang membutuhkan perbaikan. Kami melihat anak-anak yang setiap hari datang membawa cita-cita dan mimpi mereka," ujar Bobby.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung sektor pendidikan yang masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan.

"Melalui revitalisasi sekolah ini, PLN ingin turut menghadirkan harapan dan membuka jalan agar generasi muda di daerah ini dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dengan lebih baik," tambahnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar KH Jazuli Jawaini menilai, bantuan tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan proses belajar para siswa.

"Bantuan ini bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun optimisme dan semangat anak-anak untuk terus belajar. Insya Allah, ketika bangunan ini selesai, mereka akan memiliki lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung potensi mereka untuk berkembang," ungkap KH Jazuli.

Revitalisasi ini akan menggantikan fasilitas sekolah yang selama ini digunakan dalam kondisi terbatas.