TangerangNews.com

Bisa Ditangani Sejak Dini, Dokter Sayangkan Banyak Pasien Wasir Ogah Periksa Karena Malu

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:34 | Dibaca : 58


Ilustrasi wasir (@TangerangNews / Redaksi)


TANGERANGNEWS.com- Wasir atau hemoroid masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami masyarakat, namun banyak penderitanya memilih menunda pemeriksaan karena rasa malu dan anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan masalah yang tabu untuk dibicarakan.

Padahal, kondisi ini dapat ditangani dengan lebih mudah apabila mendapat penanganan medis sejak awal sebelum berkembang menjadi lebih berat.

Dokter spesialis bedah umum Bethsaida Hospital Serang dr. Leo Fajar Sp.B menjelaskan, hemoroid merupakan pembengkakan dan peradangan pembuluh darah vena di area rektum bagian bawah maupun anus.

Menurutnya, hemoroid sebenarnya merupakan struktur normal yang dimiliki setiap orang dan berfungsi membantu mengontrol keluarnya feses.

Masalah muncul ketika pembuluh darah tersebut membengkak hingga menimbulkan berbagai keluhan.

“Saya ingin masyarakat memahami satu hal: wasir bukan penyakit yang memalukan. Ini adalah kondisi medis yang sangat umum dan sangat bisa ditangani. Yang justru berbahaya adalah ketika rasa malu membuat seseorang menunda datang ke dokter hingga kondisinya semakin berat dan memerlukan penanganan yang lebih kompleks,” ujar dr. Leo.

Ia menerangkan, hemoroid terbagi menjadi dua jenis, yakni hemoroid interna yang berada di dalam rektum dan hemoroid eksterna yang muncul di sekitar anus. 

Dalam sejumlah kasus, kedua jenis tersebut dapat terjadi secara bersamaan.

Berdasarkan tingkat keparahannya, hemoroid interna dibagi menjadi empat derajat. 

Pada derajat pertama biasanya ditandai perdarahan saat buang air besar tanpa adanya benjolan yang keluar. 

Derajat kedua ditandai benjolan yang keluar saat mengejan namun dapat masuk kembali dengan sendirinya.

Sementara pada derajat ketiga, benjolan harus didorong kembali menggunakan tangan.

Sedangkan derajat keempat ditandai benjolan yang menetap di luar dan tidak dapat dimasukkan kembali.

Menurut dr. Leo, semakin cepat kondisi tersebut diperiksakan, semakin besar peluang pasien memperoleh penanganan yang lebih sederhana tanpa harus menjalani operasi besar.

Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya hemoroid, di antaranya sembelit atau diare berkepanjangan, pola makan rendah serat, kurang minum air putih, obesitas, pertambahan usia, faktor keturunan, hingga kebiasaan terlalu lama berada di toilet.

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami perdarahan yang berlangsung terus-menerus, darah bercampur dengan feses, nyeri hebat di area anus, benjolan yang tidak dapat dimasukkan kembali, maupun perubahan pola buang air besar yang disertai penurunan berat badan.

Dr. Leo memaparkan, perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh wasir sehingga diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.

Untuk mencegah hemoroid maupun kekambuhannya, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi makanan berserat, mencukupi kebutuhan air putih, tidak menunda buang air besar, menghindari mengejan berlebihan, berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama.

“Banyak pasien yang datang ke saya mengira mereka harus menjalani operasi besar yang menyakitkan. Kenyataannya, sebagian besar kasus hemoroid dapat ditangani dengan prosedur yang jauh lebih sederhana, bahkan bisa pulang di hari yang sama. Kuncinya adalah datang lebih awal, sebelum kondisinya semakin berat,” jelasnya.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya menambahkan, Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan penanganan hemoroid mulai dari konsultasi, tindakan non-bedah seperti ligasi dan skleroterapi, hingga prosedur bedah termasuk teknologi laser yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

“Kami menciptakan lingkungan yang aman, penuh empati, dan bebas stigma agar setiap pasien merasa nyaman untuk terbuka dan mendapatkan penanganan yang benar-benar mereka butuhkan. Kesehatan Anda adalah prioritas kami tanpa terkecuali,” ujarnya.