TangerangNews.com

Kasus Tabrak Lari Tokoh Pramuka, Wabup Tangerang Desak Polisi Tangkap Pelaku

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 8 Juni 2026 | 16:10 | Dibaca : 65


Polantas mengamankan sepeda milik Herman Sulistyo, 71, atau Kak Herman, veteran anggota Pramuka Tangerang yang meninggal dunia diduga akibat tabrak lari, pada Minggu 7 Juni 2026, dini hari. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tabrak lari yang menewaskan tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71.

‎Intan mengatakan, kasus tabrak lari yang terjadi di Jalan Raya Serang Kilometer 11, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang tersebut sudah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang.

Ia berharap aparat Kepolisian dapat segera mengungkap secara tuntas kasus kecelakaan yang merenggut nyawa korban yang akrab disapa Kak Herman itu.

‎"Kami berharap aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku dan penyebab kejadian ini secara tuntas, sehingga memberikan keadilan bagi almarhum dan keluarganya. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung," kata Intan, Senin 8 Juni 2026.

‎Menurut Intan, masyarakat Kabupaten Tangerang serta keluarga besar Gerakan Pramuka merasakan kehilangan yang amat besar atas meninggalnya Kak Herman.

Beliau dikenal luas sebagai sosok yang bersahaja dan memiliki komitmen tinggi dalam membimbing generasi penerus. 

‎"Kak Herman bukan sekadar tokoh Pramuka. Beliau adalah simbol kesederhanaan, ketulusan pengabdian, dan semangat pantang lelah dalam mendidik generasi muda. Banyak orang mengenalnya karena konsistensinya hadir di berbagai kegiatan kepramukaan dengan bersepeda, bahkan hingga menempuh jarak yang sangat jauh demi mengabdi," imbuhnya.

‎Ia menegaskan, penegakan hukum wajib dilakukan secara profesional demi menjamin kepastian keadilan bagi korban serta keluarga. 

‎"Semoga almarhum Kak Herman husnul khatimah, segala amal pengabdiannya menjadi ladang pahala, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini," tuturnya.

‎Sebelumnya diberitakan, Kak Herman meninggal dunia usai jadi korban tabrak lari, pada Minggu 7 Juni 2026 pukul 01.00 WIB dini hari.

‎"Korban terlibat kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan yang tidak dikenal yang melaju dari arah Bitung menuju Cikupa. Namun kendaraan yang terlibat kecelakaan dengan korban melarikan diri dari Tempat Kejadian Perkara," ujar Purbawa.

‎Akibat insiden kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia di tempat karena luka berat di kepala.