TangerangNews.com

Batal Gelar Razia 8 Juni, Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 9 Juni 2026 | 05:13 | Dibaca : 139


Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan edukasi keselamatan berkendara saat Operasi Patuh Jaya 2025, Senin 14 Juli 2025. (@TangerangNews / Yanto)


TANGERANGNEWS.com- Rencana pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung mulai 8 hingga 21 Juni 2026 resmi ditunda. 

Keputusan tersebut diumumkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang saat ini memprioritaskan persiapan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho mengatakan, penundaan dilakukan setelah adanya perubahan fokus agenda institusi kepolisian.

"Kita tunda, Polri konsen Hari Bhayangkara," ujar Agus, Senin, 8 Juni 2026, dikutip dari Kompas.

Dengan adanya penundaan tersebut, masyarakat yang sebelumnya bersiap menghadapi razia lalu lintas serentak untuk sementara tidak akan menghadapi Operasi Patuh sesuai jadwal yang telah diumumkan sebelumnya.

Meski demikian, Korlantas tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aturan berlalu lintas. 

Pengendara diminta tetap menjaga keselamatan dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di jalan raya.

Sebelumnya, Operasi Patuh 2026 dirancang sebagai upaya meningkatkan disiplin pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas. 

Operasi tersebut juga disiapkan untuk menindak berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya nanti, Korlantas tetap akan mengedepankan sistem penegakan hukum berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). 

Pengawasan direncanakan memanfaatkan ETLE statis, ETLE handheld, hingga ETLE drone.

Selain penindakan elektronik, polisi juga masih akan menerapkan tilang langsung untuk pelanggaran tertentu yang dianggap berisiko tinggi.

"Di samping menggunakan ETLE, baik itu ETLE Drone, ETLE Handheld, ETLE Statis, kami juga akan melakukan penilangan. Porsinya cukup tinggi, 60 persen menggunakan ETLE, 30 persen penilangan, dan 10 persen edukasi preventif," kata Agus.

Korlantas menegaskan pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat. 

Hingga saat ini, jadwal baru pelaksanaan Operasi Patuh 2026 belum diumumkan.