TangerangNews.com

Gandeng UI, Pengembang Rumah Subsidi MGK Serang Sulap Kawasan Hunian Jadi Laboratorium Riset

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:51 | Dibaca : 57


Penandatanganan nota kesepahaman antara UI dengan Pengembang Infiniti Land yang berlangsung di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17 Juni 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Pengembang perumahan bersubsidi Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang, PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Land) berkolaborasi dengan dunia akademik melalui kerja sama penelitian bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI). 

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan konsep hunian yang lebih layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17 Juni 2026. 

Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan melakukan berbagai kajian dan pengembangan di sektor perumahan, termasuk pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung inovasi pembangunan kawasan hunian.

Selain menjadi mitra penelitian, Infiniti Land juga membuka akses bagi mahasiswa Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI untuk melakukan observasi lapangan, survei, hingga pengumpulan data di sejumlah proyek yang tengah dikembangkan perusahaan.

Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI Prof. Supriatna mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara penelitian akademik dan implementasi pembangunan di lapangan.

Menurutnya, banyak aspek yang dapat dikaji dalam pembangunan perumahan, mulai dari penentuan lokasi hunian, pengembangan infrastruktur kawasan, penggunaan material ramah lingkungan, hingga perencanaan tata ruang yang memperhatikan faktor kebencanaan dan ketahanan bangunan terhadap gempa.

“Kerjasama ini bisa lebih luas lagi, karena kami memiliki lembaga kajian yang komprehensif tidak hanya tentang perumahan dan permukiman perkotaan (urban studies) tetapi juga yang berkaitan dengan aspek ketahanan dan lain-lain,” jelasnya.

Ia juga menyebut Perumahan MGK Serang yang dikembangkan Infiniti Land berpotensi menjadi lokasi penelitian bagi mahasiswa pascasarjana dan program doktoral UI.

“Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI siap menjadikan Perumahan MGK Serang yang dikembangkan Infiniti Land sebagai proyek percontohan untuk lokasi riset perumahan bagi mahasiswa pascasarjana dan doktoral,” katanya.

Direktur Utama Infiniti Land Samuel S. Huang menjelaskan kerja sama tersebut merupakan lanjutan dari komunikasi yang telah terjalin sebelumnya antara pihak pengembang dan perguruan tinggi. 

Ia menilai kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi langkah penting dalam menciptakan pembangunan perumahan yang lebih berkelanjutan.

“Kerja sama ini kami anggap baik sekali, karena akademisi dan praktisi bersinergi untuk mendapatkan sudut pandang yang valid tentang bagaimana membangun rumah yang layak huni terutama rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Samuel.

Ia berharap hasil penelitian yang dihasilkan nantinya dapat menjadi referensi bagi pengembang rumah subsidi di berbagai daerah dalam menghadirkan hunian yang lebih berkualitas sekaligus mendukung target pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

Menurut Samuel, Infiniti Land selama ini berupaya menerapkan konsep pembangunan yang memperhatikan aspek kualitas bangunan, infrastruktur, fasilitas lingkungan, hingga prinsip keberlanjutan dalam setiap proyek yang dikembangkan.

“Kami membangun perumahan subsidi, Mulia Gading Kencana ini dengan hati dan memberikan kualitas terbaik kami dari segi kualitas bangunan, infrastruktur dan fasilitas,” tegasnya.

Perumahan MGK Serang sebelumnya tercatat sebagai perumahan subsidi pertama di Indonesia yang memperoleh Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) Predikat Utama dari Kementerian PUPR. 

Kawasan tersebut juga meraih sejumlah penghargaan di bidang pengembangan perumahan, termasuk Green Housing Award 2025 dari Universitas Indonesia serta beberapa penghargaan nasional lainnya terkait pembangunan hunian bersubsidi.