TangerangNews.com

Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam hingga Pemetaan Penyakit

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:15 | Dibaca : 40


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel TB Asep Nurdin. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


Pemkot Tangsel Bakal Gunakan AI untuk Layanan Pengaduan 24 Jam dan Pemetaan Penyakit di Puskesmas

 

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel TB Asep Nurdin menjelaskan bahwa adopsi teknologi ini didorong oleh perkembangan zaman yang cepat dan tuntutan efisiensi kerja.

"Sekarang dunia sudah berubah, teknologi juga berkembang sangat cepat. Jadi, kita yang juga harus berubah dan menyesuaikan diri. Maka dari itu, Pak Wali minta seluruh ASN dari semua OPD bisa memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan ini secara tepat," kata TB Asep Nurdin dikutip Sabtu 20 Juni 2026.

 

AI Akan Digunakan di Sektor Pelayanan dan Kesehatan

Adopsi AI di lingkungan Pemkot Tangsel direncanakan menyasar beberapa fungsi taktis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik sehari-hari, berdasarkan hasil riset yang menunjukkan potensi peningkatan produktivitas administratif hingga 30-40 persen.

Diskominfo mengarahkan integrasi AI berbasis Natural Language Processing (NLP), agar sistem pengaduan warga bisa aktif 24 jam untuk merespons prosedur perizinan atau laporan perbaikan infrastruktur tanpa terbatas jam kerja.

Penerapan predictive analytics berbasis AI juga akan digunakan tenaga medis untuk memetakan potensi lonjakan penyakit endemik di wilayah kelurahan secara dini, serta merapikan sistem manajemen antrean.

Selanjutnya, Algoritma Machine Learning akan dipakai mengolah data makro (Big Data) kota agar penyaluran bantuan sosial lebih objektif dan tepat sasaran.

"Dari sisi administrasi internal, AI akan difungsikan untuk memotong rantai birokrasi dengan mempercepat proses penyusunan serta peringkasan draf dokumen regulasi," terang Asep.

 

Latih ASN Kuasai AI

Untuk mematangkan hal tersebut, pengenalan teknologi AI telah dilakukan melalui workshop bertajuk "AI Empowerment for Government: Breaking the Limits, Mengakselerasi Kinerja ASN Masa Kini dengan Artificial Intelligence" yang digelar di Ciputat, Tangsel.

Dalam kegiatan ini, pakar teknologi informasi Prof. Onno W. Purbo dihadirkan untuk memeri materi kepada puluhan aparatur negara dari berbagai pos strategis dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Meski menawarkan efisiensi tinggi, Pemkot Tangsel menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam implementasi teknologi ini, terutama mengenai aspek perlindungan data pribadi warga serta validitas informasi yang diproduksi oleh AI.

Asep menegaskan kecerdasan buatan tetap memiliki kerentanan terhadap bias data dan halusinasi informasi jika tidak dikontrol dengan ketat. Oleh sebab itu, keputusan akhir tidak dilepaskan kepada sistem.

"Fungsi ASN sebagai analis tidak akan tergantikan, melainkan diperkuat. AI bertindak sebagai asisten pintar, namun keputusan akhir serta validasi data tetap berada di tangan aparatur sipil yang berintegritas," tegas Asep.

Sebagai tindak lanjut, Diskominfo Tangsel menyiapkan tiga langkah konkret yakni meningkatkan skillset ASN lewat pelatihan prompt engineering, menyusun regulasi lokal terkait tata kelola etis dokumen negara, serta mengintegrasikan modul cerdas tersebut ke dalam satu pintu ekosistem aplikasi pelayanan publik Pemkot Tangsel.

Workshop ini juga menerapkan konsep outcome-based, di mana setiap peserta diwajibkan langsung menghasilkan produk nyata berupa dokumen kerja, analisis data sektoral, atau draf rekomendasi kebijakan sebagai indikator kelulusan.