TangerangNews.com

9 Jam Belum Padam, Kebakaran Pabrik Sandal di Cipondoh Masih Berkobar

Fahrul Dwi Putra | Senin, 22 Juni 2026 | 08:34 | Dibaca : 50


Kondisi kebakaran pabrik sandal berbahan karet milik PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, sejak Minggu 21 Juni 2026, malam, hingga Senin 22 Juni 2026, pagi. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Kebakaran yang melanda pabrik sandal berbahan karet milik  PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga Senin, 22 Juni 2026, pagi masih belum berhasil dipadamkan.

Petugas pemadam kebakaran terus berjibaku mengendalikan api yang telah berkobar selama sekitar sembilan jam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Andia Suherlandia mengatakan, proses pemadaman masih berlangsung di lokasi kejadian.

"Masih proses pemadaman," kata Andia dikutip dari Detik.

Ia menjelaskan, pabrik yang terbakar merupakan tempat produksi sandal dengan bahan utama karet. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 22.31 WIB pada Minggu, 21 Juni 2026, malam. 

Tak lama setelah laporan masuk, petugas langsung dikerahkan ke lokasi.

Sebanyak 95 personel dan 19 unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 22.45 WIB.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Selain itu, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, lokasi pabrik berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. 

Meski demikian, rumah-rumah di sekitar lokasi dilaporkan masih dalam kondisi aman. Asap hitam pekat masih terlihat membumbung tinggi dari area pabrik.

Andia mengungkapkan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena api sudah dalam kondisi besar saat pertama kali dilaporkan. 

Selain itu, kobaran api dengan cepat merambat ke sejumlah area penyimpanan material produksi.

"Saat laporan masuk, kondisi api sudah besar dan merambat. Ada tiga lokal area terbakar yang di dalamnya berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, aneka cairan kimia penunjang produksi," ujarnya.

Material yang mudah terbakar serta keberadaan cairan kimia membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Petugas juga harus berhati-hati untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Saat ini fokus penanganan diarahkan untuk memutus penyebaran api sekaligus mengamankan tangki berisi bahan kimia berkapasitas sekitar 20.000 liter dan puluhan drum yang berada di area pabrik.

"Penanganan kita fokuskan memutus rambatan, dan pengamanan tangki kimia kapasitas 20.000 liter dan puluhan drum agar tidak terjadi ledakan," kata Andia.

Selain pemadaman, petugas bersama relawan juga melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak asap terhadap warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.