TangerangNews.com

12 Jam Hadapi Kebakaran Pabrik Sandal, Sejumlah Personel Damkar Sesak Nafas dan Luka Bakar Ringan

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 22 Juni 2026 | 19:09 | Dibaca : 130


Petugas damkar yang sesak nafas diberi bantuan oksigen oleh PMI Kota Tangerang saat memadamkan kebakaran pabrik sandal di Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Kebakaran pabrik pabrik sandal karet, di PT Murni Karetindo Lestari, Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, membuat puluhan personel pemadam kebakaran (Damkar) harus berjibaku dengan api selama 12 jam lebih.

Namun dalam proses pemadaman tersebut, sejumlah personel mengalami sesak nafas dan luka bakar ringan.

"Ada dua sampai tiga petugas mengalami sesak nafas. Ada juga luka bakar di telapak tangan dan luka bakar di kaki, tapi tidak sampai serius," ujar Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Arif Novrizal, Senin 22 Juni 0226.

Menurutnya, para petugas mengalami sesak nafas karena terpapar asap tebal dari karet yang terbakar selama belasan jam. Mereka telah diberi pertolongan pertama dengan bantuan oksigen.

"Kalau penanganan luka bakar hanya diberi air mengalir dan salep luka bakar. Setelah itu mereka kembali memadamkan api," terang Arif.

Sedangkan ditanya mengenai warga sekitar yang dekat dengan lokasi kebakaran, Arif mengaku belum mendapatkan laporan yang mengalami sesak nafas. "Belum ada. Tapi kita berikan masker tadi agar tidak terpapar asap," tambahnya.

Arif mengatakan pihaknya menerjunkan satu unit mobil ambulans beserta tiga kru dari PMI Kota Tangerang dan dua dari PMI Kecamatan Batuceper ke lokasi kebakaran.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menuturkan dalam mempercepat pemadaman, pihaknya menambahkan kandungan teepol untuk disemprotkan ke api.

Hal itu untuk memastikan efektivitas pemadaman karena bisa menghasilkan busa untuk mengikat oksigen secara lebih maksimal.

“Bahan karet yang terbakar di pabrik itu memang dalam jumlah cukup banyak, jadi agak sulit dipadamkan dalam waktu cepat. Oleh karenanya, kami tadi mencari opsi lain dengan menambahkan kandungan teepol selain air untuk memastikan efektivitas penanganan bisa berjalan lebih cepat dari perkiraan,” terangnya.

Ia melanjutkan, BPBD Kota Tangerang juga memastikan pasokan air untuk pemadaman dalam kondisi aman dan cukup. Beberapa armada pengangkut air dari BPBD Kota Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dan Perumda Tirta Benteng telah disiapkan di sekitar lokasi kebakaran.

“Kami terus bergerak untuk memastikan suplai air yang dibutuhkan tidak ada lagi hambatan, posisi suplai air sekarang sudah aman meski pada pagi tadi proses penanganan sempat terganggu karena sumber air dari perusahaan mulai agak kering,” tambahnya.

Selain itu, BPBD Kota Tangerang telah melokalisir lokasi kebakaran untuk memastikan tidak merambat ke kawasan pemukiman yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

”Proses pemadaman masih berlangsung, ada sekitar 95 personel pemadam kebakaran yang didukung 19 unit armada pemadam yang diterjunkan ke lokasi kebakaran," papar Mahdiar.

Diketahui, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 22.31 WIB. Meski saat ini kebakaran sudah sepenuhnya padam, namun petugas masih melakukan pendinginan di lokasi untuk memasikan tidak ada api yang kembali berkobar.