TangerangNews.com

Cegah Salah Jurusan Karir, BINUS @Alam Sutera Hadirkan Ekosistem Pembelajaran AI dan Pengalaman Industri

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 | Dibaca : 82


Direktur Kampus BINUS @Alam Sutera sekaligus Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Manajemen Prof. Dr. Lim Sanny (tengah) membeberkan tantangan fenomena mismatch karir dengan jurusan kuliah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Perubahan lanskap dunia kerja yang bergerak cepat kini menjadi tantangan besar bagi orang tua dan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi.

Saat ini, pendidikan tinggi tidak lagi hanya dipandang sebagai proses akademik di dalam kelas, melainkan sebagai langkah strategis untuk mengamankan masa depan karier.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh data yang menunjukkan adanya fenomena career mismatch, di mana sekitar 35%–36% pemuda Indonesia saat ini bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan mereka.

Ditambah lagi, laporan dari World Economic Forum memprediksi bahwa 22% pekerjaan global akan mengalami transformasi besar pada tahun 2030.

Menanggapi situasi ini, generasi muda dituntut untuk memiliki keterampilan yang lebih adaptif, kreatif, dan selaras dengan kebutuhan industri.

Menjawab tantangan tersebut, BINUS @Alam Sutera yang mengusung konsep Creative Business Campus, menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman industri, pemanfaatan teknologi, jejaring profesional, dan kesiapan karier sejak dini.

Direktur Kampus BINUS @Alam Sutera sekaligus Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Manajemen Prof. Dr. Lim Sanny menegaskan perguruan tinggi harus menjadi jembatan konkret antara dunia akademik dan industri.

“Saat ini, dunia kerja berubah dengan sangat cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman nyata, kemampuan adaptasi, kreativitas, pemahaman bisnis, serta literasi teknologi,” ujarnya, Senin 22 Juni 2026.

 

Inovasi Lewat Ekosistem AI

Di era Artificial Intelligence (AI), BINUS meluncurkan Digital Transformation & AI Experience Ecosystem. Pendekatan ini tidak hanya sekadar menggunakan teknologi dalam perkuliahan, tetapi melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan etis dalam memanfaatkan AI.

"AI sudah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan modern. Di BINUS, mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat, kritis, etis, dan bertanggung jawab agar mereka siap menghadapi dunia kerja yang dipengaruhi teknologi," tambah Prof. Lim.

Selain teknologi, kesiapan kerja mahasiswa diasah secara nyata melalui Enrichment Program. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri sebelum mereka lulus, sehingga mereka memiliki portofolio dan pemahaman dinamika kerja yang matang.

 

Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang

BINUS juga memahami bahwa faktor finansial dan prospek kerja menjadi pertimbangan utama orang tua. Oleh karena itu, BINUS menyediakan berbagai program dukungan, mulai dari beasiswa hingga ekosistem yang membantu mahasiswa berkembang optimal sejak semester pertama.

Hal ini diakui oleh Marjuky CH, Presiden Direktur PT Meta Life Indonesia (Group PT Pharos Indonesia), yang juga merupakan orang tua mahasiswa jurusan Food Technology di BINUS @Alam Sutera.

Menurutnya, pendekatan berbasis pengalaman di BINUS memberikan rasa aman bagi orang tua.

“Yang membuat kami merasa lebih secure adalah ketika melihat anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berada dalam lingkungan yang mendorongnya untuk berkembang. Ada pengalaman, ada arahan, dan ada ekosistem yang mendukung. Dari situ kami merasa bahwa keputusan memilih BINUS bukan hanya soal kuliah, tetapi juga bagian dari investasi untuk masa depan anak,” ungkapnya