TangerangNews.com

Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Banten Kerap Ditolak Warga dan Sulit Masuk Kawasan Elit

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:49 | Dibaca : 51


Ilustrasi petugas Sensus Ekonomi 2026 ditolak warga saat melakukan survei. (Gambar dibuat dengan Gemini AI) (Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)


‎TANGERANGNEWS.com-Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berlangsung masih mengalami sejumlah hambatan. Sejumlah petugas di berbagai daerah masih mengalami penolakan dari warga saat melakukan pendataan. 

‎Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Yusniar Juliana mengakui hal tersebut masih menjadi kendala dalam Sensus Ekonomi tahun ini. Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran BPS untuk melakukan pendataan, termasuk BPS Banten.

‎"Tadi kan sudah saya sampaikan ya, kendala (penolakan warga) itu memang sudah ada. Ini jadi refleksi buat kami, bahwa publikasi harus disampaikan terus kepada masyarakat," ujar Yusniar, Selasa 23 Juni 2026.

‎Selain penolakan warga, salah satu tantangan yang kerap dihadapi oleh petugas BPS yakni pada saat melakukan pendataan pada Permukiman Elite. Hal ini menyebabkan petugas di lapangan sulit menjangkau responden.

‎"Kami menggandeng berbagai pihak termasuk Pemerintah Daerah untuk bisa menyampaikan ke RT/RW. Selain dukungan dari pemerintah daerah, ada dukungan juga dari pengelola kawasan dan ini kami lakukan pendekatan," katanya. 

‎Untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, Yuniar menjelaskan, data yang dipublikasikan dari hasil sensus tersebut berupa agregat seperti jumlah, rata-rata, serta indikator statistik yang lainnya. 

‎"Jadi kalau statistik itu kita menyajikannya itu rata-rata misalnya jumlah, jadi bukan perorangan," jelasnya. 

‎Oleh karena itu, kata Yusniar, pihaknya bakal memperkuat sosialisasi guna menanamkan rasa percaya pada masyarakat bahwa data yang dicatat pada Sensus Ekonomi bersifat rahasia. 

‎"Kami sampaikan bahwa data individu itu dirahasiakan karena itu sesuai undang-undang. Dan sensus ini peruntukannya untuk statistik," ucapnya. 

‎Ia membeberkan, sensus ini dilakukan guna memetakan kondisi perekonomian terkini di suatu wilayah, jadi kerahasiaan pada data masyarakat terjamin. 

‎"Yang ingin dilihat adalah bagaimana kondisi kesejahteraan masyarakat," tutup Yusniar.

‎Seperti diketahui, BPS Provinsi Banten mengerahkan sebanyak 9.000 petugas untuk melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026. 

Kegiatan 10 tahunan ini menyasar seluruh masyarakat yang berada di wilayah Banten, baik yang bekerja mau pun yang menjadi pelaku usaha.

‎Selain itu, pendataan Sensus Ekonomi pada rumah tangga atau keluarga meliputi pendapatan, pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan, serta kondisi aset dari masing-masing keluarga.