TangerangNews.com

Ribuan Karyawan SPPG Geruduk Kantor Bupati Tangerang Tuntut MBG Dilanjutkan

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 29 Juni 2026 | 14:42 | Dibaca : 83


Ribuan massa yang sebagian besar karyawan SPPG demo di Kantor Bupati Tangerang menuntut program MBG dilanjutkan. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Ribuan karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Tangerang, pada Senin 29 Juni 2026.

Demo tersebut imbas dari kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) selama liburan sekolah, sehingga SPPG berhenti beroperasi.

Mereka mendesak pemerintah untuk kembali melanjutkan program tersebut.

Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, ribuan massa yang kebanyakan merupakan karyawan SPPG itu mendatangi kantor Bupati Tangerang sejak Senin pagi. 

‎Massa pendukung program MBG itu mengenakan seragam berwarna putih. Selain itu, terlihat sejumlah peserta demonstrasi cosplay mengenakan seragam sekolah dasar (SD). 

‎Peserta aksi unjuk rasa tersebut membawa poster dan spanduk dengan narasi mendukung keberlanjutan program MBG.

‎Terdapat spanduk yang dibentangkan dengan tulisan "MBG Sekarang! Demi Kepastian Masa Depan Generasi Indonesia".

‎Selain itu, terlihat poster yang dibawa oleh salah satu massa aksi juga bertuliskan "Lebih baik skincareku yang habis daripada MBG berhenti".

Khotibyani, Koordinator Aksi mengatakan, pemerintah harus melanjutkan operasional program MBG. Pasalnya, program tersebut dinilai dapat memberikan dampak positif kepada gizi anak-anak, ibu hamil dan lansia.

‎"Maka dari itu kami relawan ini ingin mendorong bahwa program ini terus dilanjutkan dan jangan sampai tertunda bahkan ditutup gitu," katanya.

‎Menurutnya, skandal korupsi besar di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) tidak boleh menjadi pembenaran untuk menghentikan program MBG.

‎"Bahwa ada korupsi dan lain sebagainya itu harus kita berantas sama-sama, harus kita berantas bersama-sama," jelasnya.

‎Selain itu, Khotibyani juga meminta agar program MBG ini dibuatkan landasan hukum berupa Undang-Undang agar tetap dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya.

‎"Kami mendorong bahwa program ini dijadikan undang-undang untuk ke depan agar program ini jadi program nasional dan program yang terus dilanjutkan," ucapnya.

‎Dari ribuan massa aksi tersebut, 10 orang dipilih sebagai perwakilan dan diperbolehkan masuk untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid.

Usai pertemuan tersebut, Maesyal menjumpai para demonstran di halaman kantor.

‎Di momen itu, Maesyal menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyetujui agar program MBG ini terus dilanjutkan. Terlebih, program MBG ini dapat menciptakan efek Employment Multiplier. 

‎"Pertimbangannya karena ini memutar roda perekonomian, buktinya membuka lapangan pekerjaan. Nah terus ini bisa ‎anak-anak penerima manfaat ini bisa sehat," jelas Maesyal.

‎Maesyal menyatakan kesiapannya untuk meneruskan aspirasi para demonstran kepada pemerintah pusat. Namun, ia memberikan syarat agar manajemen SPPG segera membenahi sistem kerja mereka secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan administrasi, teknis produksi, hingga proses distribusi.

‎"Kalau sudah optimal mudah-mudahan ini tidak terjadi keracunan, tidak terjadi keterlambatan, tidak terjadi pengurangan menu dan gizi porsinya. Nah ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Mereka pastikan itu dioptimalkan terkait beberapa persyaratan, nanti kalau itu sudah dilaksanakan aspirasi ini saya bawa ke pemerintah pusat," ungkap Maesyal.