TangerangNews.com

Pengelolaan Sampah Masih Rendah, KLH Minta Pemkot Tangerang Genjot Pemanfaatan RDF

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:23 | Dibaca : 89


Produksi RDF di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan evaluasi terhadap penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif di TPA Rawa Kucing yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Hal tersebut disampaikan dalam Forum Lingkungan Hidup pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI ke-18 di Kota Medan, Selasa 30 Juni 2026.

Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH Ary Sudijanto menyatakan bahwa metode RDF yang diterapkan Kota Tangerang dinilai efektif secara geografis, karena kedekatan lokasi dengan sektor industri pengolah.

"Metode RDF ini merupakan metode yang baik selama memang ada off-taker (penyerap hasil) yang berada di sekitar lokasi di mana sampah itu dihasilkan. Tangerang mempunyai kesempatan untuk itu karena di dekatnya memang ada beberapa pabrik semen," katanya.

Namun, menurutnya volume sampah yang berhasil dikelola di Kota Tangerang saat ini tercatat masih berada di kategori rendah.

Ary menegaskan, Pemkot Tangerang perlu meningkatkan volume pemrosesan sampah agar potensi pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) di PLTU maupun industri semen dapat berjalan maksimal.

"Berdasarkan penilaian KLH, sampah terkelola di Tangerang masih rendah. Namun, sebagai penyangga ibu kota, Kota Tangerang punya potensi besar melakukan lompatan besar dalam perbaikan lingkungan lewat RDF," tambahnya.

Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan pihaknya menggunakan momentum Forum APEKSI ini sebagai ruang untuk memaparkan data teknis penggunaan RDF dalam mereduksi volume sampah kota saat ini, sekaligus bertukar informasi dengan daerah lain.

Menurut Wawan, pemaparan tersebut juga diikuti dengan ketertarikan dari beberapa daerah, salah satunya Dinas LH Surabaya yang menjadwalkan studi komparasi teknis ke Kota Tangerang, guna mempelajari sistem operasional RDF tersebut.

"Forum APEKSI ini merupakan momentum tepat bagi kami untuk saling berbagi informasi dan mentransfer pengalaman, terutama dalam mendorong gerakan pengurangan sampah yang lebih masif di Indonesia," ujar Wawan.