TangerangNews.com

Kondisi Cuaca untuk Modifikasi Hujan Buatan Bantu Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Mendukung

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 2 Juli 2026 | 12:45 | Dibaca : 44


Kondisi kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


TANGERANGNEWS.com- Upaya memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, masih terkendala kondisi cuaca. 

Dalam beberapa hari ke depan, peluang pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) diperkirakan masih rendah karena potensi hujan di wilayah tersebut belum memadai.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Hartanto mengatakan, hasil pemantauan kondisi atmosfer menunjukkan pertumbuhan awan hujan belum cukup untuk mendukung penyemaian awan.

"Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil untuk dilakukan modifikasi cuaca, sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," kata Hartanto,dikutip dari Metrotvnews, Kamis 2 Juli 2026.

Menurutnya, BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca setiap hari. Jika nantinya terdapat potensi pertumbuhan awan yang mencukupi, pelaksanaan modifikasi cuaca dapat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait.

"Kondisi tersebut akan dimonitor secara rutin setiap hari, modifikasi cuaca dilakukan jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk dilakukan penyemaian," jelas Hartanto.

Selama kondisi cuaca belum memungkinkan, proses pemadaman tetap mengandalkan penyiraman dari darat dan operasi helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dua unit Teknologi Modifikasi Cuaca sebagai langkah antisipasi apabila kondisi atmosfer berubah dan mendukung pelaksanaan penyemaian awan.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan penerapan TMC sangat bergantung pada keberadaan awan hujan sehingga memerlukan koordinasi dengan BMKG.

"BNPB juga akan menyiagakan 2 unit teknologi modifikasi cuaca (TMC). TMC itu kan modifikasi cuaca. Sehingga saya perlu ada awan untuk menebar garam ke lokasi kebakaran. Ini perlu juga berkoordinasi dengan BMKG," ujar Djohan.

Selain menyiapkan TMC, BNPB juga mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman. 

Langkah tersebut dilakukan karena kondisi tumpukan sampah di lokasi kebakaran menyulitkan kendaraan pemadam menjangkau pusat api.

Ia menambahkan, angin yang cukup kencang serta kepulan asap tebal masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

"Mudah-mudahan ini bisa dipercepat lagi helikopter water bombing merapat ke lokasi TPA," kata Djohan.