TangerangNews.com

Pertamina Akui Ada Pergeseran Konsumen dari Pertamax ke PertaliteĀ 

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 3 Juli 2026 | 10:34 | Dibaca : 47


BBM Pertamax dan Pertalite (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- PT Pertamina (Persero) terus memantau kemungkinan pergeseran konsumen bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke BBM subsidi seiring lebarnya selisih harga antara Pertamax dan Pertalite.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kalau shifting atau kegiatan perubahan dari pengguna, sebenarnya ini memang kami terus memantau, sehingga dalam penyalurannya sendiri, kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM nonsubsidi dan subsidi ini," ujar Baron dikutip dari CNN Indonesia, Jumat 3 Juli 2026.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menilai, perubahan pola konsumsi BBM merupakan hal yang wajar, terutama ketika terjadi penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

Meski demikian, ia menyebut sebagian besar pengguna Pertamax berasal dari kelompok masyarakat mampu. 

Di sisi lain, masih ditemukan penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran berdasarkan hasil pengawasan dan penindakan aparat penegak hukum.

"⁠Maka yang penting adalah agar konsumen/masyarakat dapat memilah dan memilih jenis BBM yang sesuai dengan jenis kendaraan, kebutuhan BBM, dan peruntukkan subsidi BBM yang tepat," ujar Roberth.

Ia juga mengimbau pemilik kendaraan yang direkomendasikan menggunakan BBM nonsubsidi agar tidak beralih menggunakan BBM subsidi sehingga kuota subsidi tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak.

"Diimbau juga bahwa masyarakat yang memiliki kendaraan dengan spesifikasi BBM non subsidi, agar memberikan BBM bersubsidi tersebut untuk konsumen/masyarakat yang memang sesuai peruntukannya menggunakannya BBM bersubsidi," katanya.

Per Jumat, 3 Juli 2026, harga Pertamax masih dipatok sebesar Rp16.250 per liter, sedangkan Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter.