TangerangNews.com

Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Flyover BIM Padang, Ada Jeratan Tali di Leher

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 10 Juli 2026 | 19:48 | Dibaca : 74


Polisi olah TKP penemuan mayat pria asal Kabupaten Tangerang di kawasan Kelurahan Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Warga di kawasan Kelurahan Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu 8 Juli 2026, malam.

Identitas korban akhirnya terungkap setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan sidik jari secara manual. Korban diketahui bernama Rusli, seorang pria berusia 40 tahun, yang tercatat sebagai warga Kelurahan Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolsek Batang Anai Iptu Wadriadi mengonfirmasi penemuan jenazah bermula dari laporan warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

"Begitu informasi diterima, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP," ujarnya dikutip dari Infosumbar, Jumat 10 Juli 2026.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Nedra Wati menjelaskan terungkapnya identitas korban menjadi langkah krusial dalam penyelidikan ini.

Pihaknya kini telah berhasil menghubungi keluarga korban untuk koordinasi lebih lanjut.

"Kami akan melakukan penelusuran terhadap keluarga dan mendalami aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia di Batang Anai," terangnya seperti dilansir dari Kompas.

 

Selidiki Penyebab Kematian

Meski identitas sudah diketahui, Polres Padang Pariaman menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian Rusli. Polisi saat ini masih menunggu hasil resmi autopsi dari tim medis RS Bhayangkara Padang.

Terkait temuan seutas tali jerat berwarna hitam yang melingkar di leher korban saat olah TKP, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi.

AKP Nedra Wati menekankan bahwa pihaknya tengah mendalami segala kemungkinan, termasuk dugaan tindak pidana maupun dugaan gantung diri.

"Hasil autopsi akan menjadi dasar utama kami untuk memastikan penyebab kematian korban. Saat ini, seluruh kemungkinan, termasuk dugaan korban merupakan ODGJ yang mengakhiri hidupnya sendiri, masih terus kami dalami," pungkasnya.