TangerangNews.com

Pupuk hingga Beras Jadi Produk Terlaris di Kopdes Merah Putih

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:40 | Dibaca : 50


Koperasi Merah Putih di Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


TANGERANGNEWS.com – Sejumlah komoditas pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat menjadi barang yang paling banyak dibeli melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sepanjang 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per Senin, 13 Juli 2026), total transaksi yang tercatat mencapai Rp56.695.106.929 dengan jumlah transaksi sebanyak 53.817 kali.

Dilansir dari Detik, pupuk menjadi yang paling mendominasi dengan dari seluruh produk yang dipasarkan. 

Pupuk NPK Phonska menjadi komoditas dengan transaksi terbesar, yakni mencapai Rp15,09 miliar dengan volume penjualan sebanyak 8.178.733 unit.

Di posisi kedua terdapat Pupuk Urea N 46 persen yang membukukan nilai transaksi Rp11,27 miliar dan volume penjualan mencapai 6.206.984 unit.

Selain produk pertanian, kategori barang lainnya juga mencatatkan nilai transaksi yang cukup besar, yakni Rp7,93 miliar dengan volume sebanyak 527.903 unit.

Minyak goreng menempati urutan berikutnya dengan total transaksi mencapai Rp3,6 miliar.

Sementara itu, beras medium SPHP kemasan lima kilogram mencatatkan transaksi sebesar Rp2,45 miliar dengan volume penjualan sebanyak 55.229 unit.

Komoditas beras lainnya juga masuk dalam daftar produk terlaris dengan nilai transaksi mencapai Rp1,14 miliar dan volume penjualan 27.009 unit.

Beberapa kebutuhan pokok lain yang banyak dibeli masyarakat melalui KDKMP antara lain minyak goreng Sunco ukuran dua liter dengan nilai transaksi Rp505 juta dan volume 11.419 unit, serta LPG tiga kilogram yang mencatatkan transaksi Rp481 juta dengan volume 25.654 unit.

Adapun gula KTM kemasan satu kilogram membukukan transaksi sebesar Rp284 juta dengan volume 16.204 unit. 

Sementara rokok filter 12 batang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp272 juta dengan volume penjualan mencapai 10.358 unit.

Pemerintah sebelumnya menetapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu saluran distribusi berbagai barang kebutuhan masyarakat, termasuk sejumlah produk bersubsidi seperti pupuk dan elpiji.