TangerangNews.com

Kemarau Ekstrem, Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Berpotensi Melonjak 20 Persen

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:32 | Dibaca : 52


Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)


‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang memperkirakan terjadi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut pada saat kemarau ekstrem. 

‎Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau ekstrem di seluruh Indonesia akan terjadi di sepanjang Juli hingga September 2026.

‎Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan potensi peningkatan kasus ISPA itu terjadi di 29 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tangerang.

‎"Kalau untuk kemarau ini tetap ISPA yang dominan. Kalau ISPA itu merata karena itu secara endemi bisa meningkat sampai 20 persen di semua Puskesmas atau pusat pelayanan," ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.

‎Ia mengungkapkan, kelompok usia yang paling rentan terpapar ISPA yaitu anak balita serta kelompok lanjut usia (lansia). 

‎Menurutnya, apabila dua kelompok rentan tersebut terpapar ISPA, besar kemungkinan infeksi saluran pernapasan tersebut dapat berkembang menjadi pneumonia bahkan dapat menyebabkan kematian. 

‎"Tapi yang rentan ISPA menjadi pneumonia itu pada lansia dan balita. Lalu pada anak balita itu rentan untuk angka kematiannya lebih tinggi dan angka kesakitannya lebih tinggi," ungkapnya. 

‎Ia menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan obat untuk mengatasi ISPA pada balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). 

‎"Biasanya mereka akan mengeluh ada batuk, pilek, demam, atau diare dan segala macam. Itu nanti yang akan kita identifikasi apakah ini ISPA atau sudah masuk ke dalam bronkopneumonia atau pneumonia," tutur Hendra.