TangerangNews.com

38 Ribu Warga Banten Diprediksi Terdampak Kekeringan, Lebak dan Kabupaten Tangerang Terbanyak

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:39 | Dibaca : 65


BPBD Banten menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Dampak fenomena El Nino mulai menghantui wilayah Provinsi Banten. Memasuki pertengahan Juli 2026, sejumlah wilayah telah melaporkan krisis air bersih, memicu langkah cepat BPBD Banten dalam memperkuat mitigasi di seluruh kabupaten/kota.

Berdasarkan data pemetaan bencana kekeringan tahun 2026, sebanyak 38.000 jiwa penduduk di Provinsi Banten diprediksi akan terdampak langsung oleh kemarau panjang yang berlangsung hingga Oktober mendatang.

 

Pemetaan Wilayah Rentan dan Kebutuhan Air

BPBD Provinsi Banten telah mengklasifikasikan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerentanan wilayah.

Kabupaten Lebak dan Tangerang tercatat sebagai wilayah dengan potensi terdampak paling luas, sehingga penduduk terdampak dan kebutuhan air bersihnya paling banyak. Berikut ini rinciannya:

 

  1.   Kabupaten Lebak

Luas wilayah terpapar 3.352,18 km2 dengan potensi wilayah terdampak 16 kecamatan, potensi penduduk terdampak 11.000 jiwa dan kebutuhan air mencapai 165.000 liter

 

  2.   Kabupaten Tangerang

Luas wilayah terpapar sekitar 1.027,76 km2. Potensi wilayah terdampak 12 kecamatan dengan potensi penduduk terdampak 8.500 jiwa dan estimasi kebutuhan air 127.500 liter.

 

  3.   Kabupaten Pandeglang

Luas wilayah terpaapr sekitar 2.771,41 km2 dengan potensi wilayah terdampak 7 kecamatan. Potensi penduduk terdampak sebanyak 7.500 dan kebutuhan air mencapai 112.500 liter

 

  4.   Kabupaten Serang

Luas wilayah terpapar 1.462,91 km2. Potensi wilayah terdampak sekitar 10 kecamatan. Jumlah penduduk terdampak 7000 jiwa dan estimasi kebutuhan air 105.000 liter

 

  5.   Kota Tangerang

Luas wilayah terpapar 176.35 km2. Potensi wilayah terdampak sekitar 4 kecamatan dengan potensi penduduk terdampak mencapai 3.000 jiwa. Estimasi kebutuhan air 45.000 liter 

 

  6.   Kota Serang

Luas wilayah terpapar sekitar 265,79 km2 dengan potensi wilayah terdampak di 2 kecamatan, 1.250 penduduk berpotensi terdampak, dengan kebutuhan air mencapai 18,750 liter

 

  7.   Kota Cilegon

Luas wilayah terpapar 162,51 km2. Potensi wilayah dan penduduk terdampak 1.000 jiwa dari 2 kecamatan. Estimasi kebutuhan air 15.000 liter 

 

  8.   Kota Tangerang Selatan

Luas wilayah terpapar 154,56 km2, potensi wilayah terdampak 1 kecamatan, 750 penduduk berpotensi terdampak dengan estimasi kebutuhan air 11.250 liter

 

Selian itu, BPBD Provinsi Banten membagi prioritas penanganan kekurangan air bersih, terdiri dari prioritas 1 dan 2. 

Untuk Prioritas 1 yakni wilayah Kabupaten Serang, Lebak, Tangerang dan Pandeglang. Sedangkan Prioritas 2 wilayah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang dan Kota Cilegon.

 

Langkah Mitigasi dan Kolaborasi

Kepala Unit Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Trian Asmarahadi, menegaskan bahwa fenomena El Nino menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut yang memicu berkurangnya curah hujan.

"Wilayah Banten Utara diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih lama dibanding wilayah selatan," ungkapnya.

Menanggapi situasi ini, BPBD Banten telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus dan mempererat koordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari Polda Banten, perguruan tinggi, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBDPK Pandeglang, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter, salah satunya di Desa Cipinang, Pandeglang, pada 12 Juli lalu. 

Jika situasi memburuk menjadi kekeringan ekstrem, BPBD Banten telah menyiapkan rencana cadangan berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui koordinasi intensif dengan BNPB, TNI Angkatan Udara, serta pemerintah daerah tetangga seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Bagi warga Banten yang mengalami kesulitan air bersih atau membutuhkan informasi darurat terkait kekeringan dan kebakaran lahan, diharapkan segera melapor ke BPBD setempat atau menghubungi layanan darurat BPBD Provinsi Banten di 085-117-814-505.

Warga juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal informasi resmi BMKG, seperti akun media sosial @bmkgwilayah2.