TangerangNews.com

PSEL Jadi Magnet Investor, PLN Jamin Pembelian Listrik hingga 30 Tahun

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:50 | Dibaca : 40


Sesi seremoni pembuangan sampah pada tempatnya dalam acara 'Waste to Energy' yang dilakukan secara simbolis Kamis, 16 Julu 2026. (@TangerangNews / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com- Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) semakin menarik perhatian investor dari dalam maupun luar negeri. 

Minat tersebut didorong oleh adanya kerja sama pembelian listrik dengan PT PLN (Persero) melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) yang berlaku hingga 30 tahun.

Pemerintah pun terus mempercepat pengembangan proyek ini dengan memangkas berbagai regulasi yang dinilai menghambat investasi. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, penyederhanaan aturan dilakukan agar pembangunan PSEL bisa berjalan lebih cepat sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.

"Dari ratusan tinggal tiga aturan. Kalau ada hambatan, saya tinggal undang. Kalau masih tidak bisa saya atasi, saya lapor. Presiden yang memimpin," ujar Zulkifli dalam acara Waste to Energy Talks 2026 di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Selain menjadi solusi pengelolaan sampah, proyek PSEL juga dinilai memiliki nilai ekonomi yang besar melalui perdagangan karbon. 

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan, daerah yang berhasil menekan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah dapat memperoleh sertifikat pengurangan emisi untuk diperdagangkan di pasar karbon.

"Begitu Bapak mengurangi emisi 20 juta ton, ya mungkin Rp100 miliar - Rp150 miliar bisa dapat karena dijual di pasar karbon. Saya telah berhasil mengurangi emisi sekian juta atau sekian giga ton ekuivalen CO2, maka dijual ke pasar karbon. Nanti, dari KLHK akan dapat Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia dan itu dijual di pasar karbon," kata Jumhur.

Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir menambahkan, banyak lembaga keuangan dan investor global yang berminat berinvestasi karena skala proyek PSEL di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

"Alhamdulillah banyak sekali interest baik dari luar negeri dan juga dari dalam negeri, dan ini malah banyak juga nonbank himbara yang ingin masuk. Artinya kan semua partisipan semangat masuk ke proyek ini. Jadi, proyek ini secara akumulatif memang proyek waste to energy terbesar di dunia, makanya untuk orang yang berpartisipasi investment semua berlomba-lomba untuk hadir ke sini," ujar Pandu.

Di sisi lain, PLN memastikan siap menjadi pembeli listrik yang dihasilkan dari proyek-proyek PSEL tersebut. 

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan, komitmen pembelian listrik jangka panjang akan memberikan rasa aman bagi para investor.

"Para mitra tidak perlu khawatir, komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya yang bahkan memiliki Power Purchase Agreement (PPA) lebih dari 30 tahun. Jaminan ini akan terjaga dengan sangat baik," tegas Suroso.

Menurutnya, pengembangan PSEL tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah di berbagai daerah, tetapi juga memperkuat bauran energi baru terbarukan yang dibutuhkan PLN untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.

"PSEL menambah portofolio sumber energi kami sekaligus mengatasi darurat sampah. Karena itu, jika perlu program ini diterapkan di semua kota di Indonesia, PLN sangat siap," pungkasnya.