TANGERANGNEWS.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan.
Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal sekitar empat bulan lagi, KONI Kota Tangerang mulai gaspol mematangkan seluruh persiapan strategi pemenangan.
Konsolidasi internal pun diperkuat agar seluruh jajaran pengurus memiliki frekuensi dan target yang sama, yakni membawa Kota Tangerang kembali merebut gelar juara umum Porprov Banten.
Keseriusan tersebut diwujudkan melalui pra-raker KONI Kota Tangerang yang digelar di Sukabumi pada 25-26 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh pengurus KONI ini secara khusus membahas berbagai langkah strategis untuk memastikan kemenangan kontingen Kota Tangerang menghadapi Porprov Banten 2026.
Ketua KONI Kota Tangerang Dirman menegaskan, seluruh pengurus harus mulai bekerja lebih maksimal karena waktu menuju Porprov semakin dekat.
Menurutnya, pra-raker menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program yang telah dijalankan sekaligus menyatukan langkah seluruh bidang di tubuh KONI.
“Ini bagian dari upaya menyamakan frekuensi bersama untuk kembali menjadi juara di Porprov Banten. Masing-masing bidang membahas program yang mendukung keberhasilan Porprov,” ujar Dirman.
Ia menegaskan, setiap bidang di KONI Kota Tangerang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruh program harus diarahkan untuk memperkuat persiapan atlet dan cabang olahraga (cabor) yang akan bertanding.
Monitoring Puslatcab Diperketat
Salah satu langkah yang disiapkan KONI Kota Tangerang adalah membentuk tim monitoring dan evaluasi (monev) Pusat Latihan Cabang (Puslatcab).

Tim yang disusun melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) tersebut akan mulai diterjunkan pada 1 Agustus 2026 untuk melihat secara langsung pelaksanaan program latihan masing-masing cabor.
Monitoring tidak hanya dilakukan terhadap kehadiran atlet dan pelatih, tetapi juga mencakup periodisasi latihan, intensitas latihan, kesiapan atlet hingga berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Dirman menegaskan, KONI ingin memastikan program Puslatcab benar-benar berjalan sesuai target dan tidak hanya sebatas laporan administratif.
“Jangan sampai kuota atlet 10 orang, tetapi yang datang latihan hanya enam orang. Kita ingin melihat langsung seperti apa kondisi di lapangan saat latihan,” tegasnya.
Menurut Dirman, hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi rutin setiap bulan. Jika ditemukan kendala, KONI akan membahasnya bersama cabor untuk mencari solusi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi juga harus disertai dengan ketegasan. Apabila ditemukan persoalan serius yang menghambat program pembinaan, KONI tidak menutup kemungkinan memberikan sanksi atau punishment kepada cabor yang bersangkutan.
“Kalau ada permasalahan di lapangan, nanti kita bahas. Setiap bulan akan kita evaluasi dan dilaporkan. Kalau memang ada persoalan, tentu ada langkah yang harus diambil,” kata Dirman.
Bentuk Tim Pendamping Cabor
Selain memperketat monitoring Puslatcab, KONI Kota Tangerang juga mempersiapkan pembentukan tim pendamping Porprov.
Tim tersebut nantinya berasal dari jajaran pengurus KONI yang akan ditugaskan mendampingi cabor selama pelaksanaan Porprov Banten 2026 di Kota Tangsel.
"Pendampingan dinilai penting untuk memastikan kebutuhan kontingen dapat ditangani secara cepat selama pertandingan berlangsung. Dengan begitu, para atlet dan cabor dapat lebih fokus mengejar prestasi," sebutnya
Dirman menekankan, empat bulan menjelang Porprov harus dimanfaatkan secara maksimal. Tidak boleh ada lagi program yang berjalan tanpa target dan evaluasi.
Dukungan Penuh Dispora
Keseriusan KONI Kota Tangerang juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tangerang. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang hadir dalam pra-raker tersebut sebagai bentuk dukungan sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah terhadap kesiapan kontingen.

Kaonang menegaskan bahwa Kota Tangerang tidak ingin sekadar menjadi peserta dalam Porprov Banten 2026. Kontingen Kota Tangerang harus datang dengan target yang jelas dan pulang membawa kembali piala juara umum dari Kota Tangsel.
Karena itu, ia meminta KONI memastikan seluruh aspek persiapan benar-benar diperhatikan, mulai dari atlet, pelatih hingga jajaran pengurus cabor.
“Kota Tangerang tidak hanya ingin sebagai peserta, tetapi pulang membawa piala juara umum di Kota Tangsel,” tegas Kaonang.
Ia juga mengingatkan bahwa kekompakan dan soliditas menjadi salah satu modal penting dalam perjuangan merebut juara umum. Namun, soliditas saja tidak cukup apabila tidak diikuti dengan persiapan yang profesional dan terukur.
“KONI harus siap, kompak dan solid. Kalau tidak bisa mempersiapkan dengan baik, KONI tidak profesional. Solid saja belum tentu juara umum, apalagi tidak solid. Tidak ada kata lain selain juara umum,” tegasnya.