TangerangNews.com

Ada 5.101 Kasus TBC Sepanjang 2026 di Kabupaten Tangerang

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 27 Juli 2026 | 11:07 | Dibaca : 67


Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menengok bayi usia 5 bulan berinisial AY yang menderita Tuberkulosis (TBC) di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Senin 1 Desember 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)


‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 5.101 jiwa yang terinfeksi penyakit Tuberkulosis (TBC) di sepanjang 2026.

‎Temuan ini sejalan dengan peraturan presiden (Perpres) nomor 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TBC yang ditargetkan tereliminasi tahun 2030.

"Total 5.101 kasus TBC tersebut terjadi sejak Januari hingga Juni 2026," kata Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, Senin 27 Juli 2026.

Hendra menjelaskan daerah dengan sebaran paling banyak ditemukan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis ini berada di wilayah Mauk, Sepatan dan Sukadiri. 

‎"Itu wilayah paling banyak. Tapi berdasarkan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), daerah yang menemukan kasus terbanyak adalah memiliki kinerja terbaik," jelasnya.

Hendra menyebut mayoritas usia yang terinfeksi penyakit TBC ini berada di sekitar 18-55 tahun. Ada juga balita yang ditemukan terinfeksi TBC berjumlah 2 orang. 

‎"Banyaknya penyebaran kasus di Kabupaten Tangerang didominasi oleh paparan dari keluarga serta orang terdekat," tambahnya.

‎Oleh karena itu, kata Hendra, pihaknya tengah memperkuat upaya penemuan kasus TBC melalui skrining aktif di masyarakat, investigasi kontak erat pasien, pemeriksaan dan diagnosis sesuai standar, serta didukung penguatan jejaring fasilitas kesehatan, edukasi masyarakat, dan pemberian terapi pencegahan guna memutus rantai penularan.

‎"Saat ini pencarian kasus masih terus dilakukan secara aktif agar dapat ditemukan kasus TBC sedini mungkin dan dilanjutkan dengan pengobatan dan deteksi bagi kontak eratnya," ungkapnya.